Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (30/7) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka meningkat pada level 7.640,91 atau menguat 0,30 persen dari posisi 7.617,90.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 540,52 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 44 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp322,39 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 92 saham terkoreksi, sebanyak 242 saham menguat dan sebanyak 239 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Hari Ini Diproyeksi Masih Menguat, Cek Rekomendasi Saham Berikut
Sebelumnya, Panin Sekuritas, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal berpeluang untuk menguji level support terdekatnya di posisi 7.546.
“Support terdekat berada pada Moving Average 5 (MA5) 7.546. Jika IHSG melemah di bawah level ini, maka ada kemungkinan IHSG melanjutkan pelemahan menuju support 7.355-7.454,” ucap Manajemen Panin Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 30 Juli 2025.
Secara keluruhahan, Panin Sekuritas memprediksi pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih akan mengalami pelemahan. Salah satunya didorong antisipasi kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Baca juga: Kinerja Pasar Saham Menguat 6,41 Persen di Kuartal II 2025
Selain itu, antisipasi rilis laporan keuangan bank yang masih akan melemah dan asing yang masih mencatat penjualan bersih sebesar Rp421 miliar, diproyeksi akan jadi sentimen negatif IHSG.
Sementara, pada perdagangan kemarin (29/7), IHSG ditutup menguat 3,14 poin atau naik 0,04 persen di level 7.617,91, yang ditopang oleh naiknya saham BRPT, BRMS dan AMRT.(*)
Editor: Galih Pratama
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More