Ilustrasi pasar modal Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (28/5) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka menguat pada level 7.230,33 atau naik 0,44 persen dari posisi 7.198,96.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 333,57 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 24 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp263,74 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 68 saham terkoreksi, sebanyak 229 saham menguat dan sebanyak 254 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Harga Emas Antam Merosot Rp28.000, Tinggalkan Level Rp1,9 Juta per Gram
Sebelumnya, Panin Sekuritas memproyeksikan, IHSG hari ini secara teknikal masih berpotensi untuk mengalami uji level resistance di posisi 7.175-7.213.
“IHSG masih menghadapi uji resistance 7.175-7.213. Critical level berada pada support MA5 di 7.174. Jika besok IHSG berhasil bertahan di atas level ini, maka IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance selanjutnya di range 7.325-7.454,” ucap Manajemen Panin Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 28 Mei 2025.
Baca juga: Investor Asing Net Buy Rp333,70 Miliar, Ini 5 Saham yang Paling Banyak Diborong
Hal itu disebabkan oleh IHSG perdagangan kemarin (28/5) yang ditutup menguat 10,61 poin atau naik 0,15 persen di level 7.198,97, didorong oleh naiknya saham BRPT, BBRI, dan ADRO.
Adapun, secara keseluruhan pergerakan IHSG hari ini diperkirakan bakal menguat. Sentimen pendorongnya adalah adanya diskusi antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang diikuti dengan lebih stabilnya nilai tukar rupiah, serta valuasi IHSG yang masih relatif. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Platform emas digital JWR runtuh dan membekukan dana investor hingga puluhan triliun rupiah… Read More
Poin Penting Perputaran tambang emas ilegal melonjak hingga Rp992 triliun, menunjukkan praktik ilegal semakin masif… Read More
Poin penting Mantan Menteri Kehakiman China Tang Yijun divonis penjara seumur hidup atas kasus suap… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp20 triliun sepanjang 2025, ditopang pertumbuhan kredit 15,9% ke… Read More
Poin Penting KB Bank melalui GenKBiz Yogyakarta mendukung wirausaha muda berbasis ESG dengan program inkubasi… Read More
Poin Penting OJK berencana menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen dari saat… Read More