Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (11/7) pukul 9.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali dibuka hijau ke level 7.036,26 dari level 7.005,37 atau menguat 0,44 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 336,07 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 48 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp273,52 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 64 saham terkoreksi, sebanyak 203 saham menguat dan sebanyak 273 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Sederet Saham Ini Direkomendasikan
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan melanjutkan penguatannya.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 6.885-6.945 dan resistance 7.065-7.125,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 11 Juli 2025.
Manajemen CGS melihat, dengan berlanjutnya kenaikan indeks di bursa Wall Street seiring meredanya kekhawatiran investor terhadap kebijakan tarif diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sentimen positif lainnya buat IHSG hari ini adalah menguatnya harga mayoritas komoditas dan aksi korporasi emiten.
Baca juga: Taipan Hermanto Tanoko: Prospek Jangka Panjang Saham BBRI dan BBNI Menjanjikan
Sementara pada perdangangan hari ini, CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham yang patut dilirik investor, di antaranya adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, yakni PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More