Market Update

IHSG Kembali Dibuka Menguat 0,16% ke Level 6.807

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (12/7) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibuka pada zona hijau ke level 6807,79 atau menguat 0,16% dari dibuka pada level 6796,92 pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 219 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 16 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp141 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 82 saham terkoreksi, sebanyak 177 saham menguat dan sebanyak 268 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Akan Bergerak Mixed, Cermati Rekomendasi Sahamnya

Sebelumnya, BNI Sekuritas melihat IHSG secara teknikal closing di level 6.796, di atas 5 day Moving Average (6.744) dengan Trend bearish, indikator MACD netral, Stochastic overbought, candle bullish breakaway.

Diketahui, investor asing mencatatkan Net Foreign Buy sebesar Rp40,54 miliar. Sehingga dalam sepekan, tercatat Net Foreign Buy sebesar Rp674,33 miliar dan Net Foreign Buy Rp17,33 triliun secara ytd.

“Level resistance berada 6.836/6.891 dengan support 6.782/6.727,” ujar Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Maxi Liesyaputra, dalam risetnya di Jakarta, 12 Juli 2023.

Pada perdagangan kemarin (11/7) hampir semua bursa di kawasan regional Asia Pasifik mencatat kenaikan, hal itu disebabkan oleh bursa AS yang mengalami kenaikan pada malam sebelumnya dan mengakhiri penurunan selama tiga hari.

Di antara yang mencatat kenaikan cukup signifikan adalah S&P/ASX 200, Hang Seng, Kospi, IHSG dan TSEC Weighted Index. Di sisi lain, hari ini Selandia Baru akan menetapkan suku bunga yang diperkirakan tetap di level 5,5%, serta Rupiah berada di posisi Rp15.134 per USD.

Baca juga: DBS Proyeksikan IHSG Mampu Capai Level 7.500 di Akhir 2023

Sedangkan, pada indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,93%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik sebesar 0,67%, sementara indeks Nasdaq turut menguat sebesar 0,55%. Saat ini, investor menanti data inflasi per Juni 2023 yang akan dirilis hari ini dan diperkirakan turun dibandingkan bulan sebelumnya.

Adapun, saham Salesforce naik hampir 4% setelah perusahaan mengumumkan akan menaikkan harga secara menyeluruh pada bulan Agustus. Inggris melaporkan tingkat pengangguran sebesar 4% pada Mei 2023. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”

Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More

1 hour ago

60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More

7 hours ago

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

9 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

15 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

15 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

17 hours ago