Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (29/7) pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka meningkat ke level 7.623,72 dari level 7.614,76 atau menguat 0,12 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 335,07 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 31 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp215,17 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 77 saham terkoreksi, sebanyak 212 saham menguat dan sebanyak 272 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Hari Ini Diproyeksi Masih Menguat, Cek Rekomendasi Saham Berikut
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung menguat.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.525-7.570 dan resistance 7.670-7.705,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 25 Juli 2025.
Manajemen CGS menilai dengan menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street dan naik cukup signifikannya harga komoditas energi, serta mulai adanya aksi beli investor asing diprediksi akan menjadi katalis positif di pasar.
Baca juga: Kinerja Pasar Saham Menguat 6,41 Persen di Kuartal II 2025
Selain itu, kata manajemen CGS, investor juga akan mencermati rilis laporan keuangan emiten di kuartal kedua tahun ini.
Pada perdagangan saham hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang bisa dilirik para investor. Di antaranya saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Kemudian, ada saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More