Market Update

IHSG Kembali Dibuka Menghijau 0,18%

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (12/4) indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,18% atau berada pada zona hijau di level 6823,40 dari dibuka pada level 6811,45 di awal perdagangan hari ini.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 414 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 22 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp416 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 97 saham terkoreksi, sebanyak 181 saham menguat dan sebanyak 204 saham tetap tidak berubah.

Sebelumnya, BNI Sekuritas melihat IHSG secara teknikal masih berpeluang naik, dari closing di atas 5 day MA dan candle bullish engulfing pada Rabu (12/4). Trend Bearish, selama di bawah 6.815. IHSG closing di atas 5 day MA (6.805) & di bawah 6.913 (200 day MA).

Indikator MACD netral, Stochastic overbought, candle bullish engulfing. Jika bisa ditutup harian di bawah 6.815, IHSG masih berpeluang koreksi, target 6.752 DONE/6.641. Jika closed di atas 6.815, peluang menuju 6.924/6.961. Range breakout berada di 6.735 – 6.868.

“Level resistance berada 6.824/6.867/6.883/6.918 dengan support 6.788/6.752/6.730/6.694 perkiraan range di 6.770 – 6.850,” ucap Head of Technical Research BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar dalam keterangan resmi di Jakarta, 12 April 2023.

Pada perdagangan kemarin (11/4) hampir semua bursa di kawasan regional Asia Pasifik mengalami penguatan dengan kenaikan yang signifikan antara lain dicatat oleh Kospi dan bursa Australia (S&P/ASX 200 dan All Ordinaries). Korea Selatan mempertahankan suku bunganya di level 3,5%, sesuai perkiraan.

Kemudian, Indeks keyakinan konsumen Indonesia mencapai 123,3 per Maret 2023, naik dibandingkan bulan sebelumnya. China melaporkan inflasi sebesar 0,7% yoy, -0,3% mom pada Maret 2023, di bawah ekspektasi. Hong Kong mencatat cadangan devisa sejumlah USD430,7 miliar per Maret 2023.

Sedangkan dari Amerika Serikat (AS), kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,29%, namun di sisi lain S&P 500 nyaris tidak bergerak dengan melemah sebesar 0,00%, sementara indeks Nasdaq terkoreksi sebesar 0,43%.

Adapun, investor menanti data inflasi AS yang akan dirilis malam ini (waktu Indonesia). Saham sektor energi mencatat kenaikan sekitar 0,9%, namun di sisi lain sektor teknologi informasi terkoreksi 1%. Bursa Eropa mengalami kenaikan seperti CAC 40 dan FTSE 100 yang masing-masing naik 0,89% dan 0,57%. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

2 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

3 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

4 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

4 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

4 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

5 hours ago