Market Update

IHSG Kembali Dibuka Menghijau 0,14%

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB (2/3) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali memasuki zona hijau pada level 6.854 atau menguat 0,14%.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 267 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 18 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp197 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 61 saham terkoreksi, sebanyak 187 saham menguat dan sebanyak 283 saham tetap tidak berubah.

Sebelumnya, BNI Sekuritas melihat IHSG secara teknikal berpotensi rebound dalam pola konsolidasi pada hari ini. Trend Bullish, selama di atas 6.815. IHSG closing di bawah 5 day MA (6.847) dan di bawah 6.962 (200 day MA).

Indikator MACD netral, Stochastic crossover di area bearish, candle lower low. Jika bisa di tutup harian di bawah 6.803, IHSG masih berpeluang koreksi, target 6.781/6.711. Jika closed di atas 6.803, peluang menuju 6.906 DONE/6.953 DONE/7.046. Range breakout berada di 6.781 – 6.961.

“Level resistance berada 6.875/6.910/6.932/6.961 dengan 6.835/6.807/6.781/6.750 Perkiraan range di rentang 6.800 hingga 6.890,” ucap Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar dalam keterangan resmi di Jakarta,
2 Maret 2023.

Pada perdagangan kemarin (1/3), indeks bursa di kawasan regional Asia Pasifik beragam, Hang Seng mencatat kenaikan yang sangat signifikan sebesar 4,21%, Shenzen Index dan SSE Composite Index juga mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Official manufacturing purchasing managers’ index naik menjadi 52,6 pada Februari 2023 tertinggi sejak April 2012 di atas ekspektasi.

Sementara beberapa bursa seperti STI Index dan S&P/ASX 200 terkoreksi. Indonesia mengumumkan inflasi sebesar 5,47% yoy pada Februari 2023 di atas ekspektasi dan Australia mengumumkan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,7% yoy pada kuartal IV-2022 yang sesuai ekspektasi.

Adapun, dari Amerika Serikat (AS), kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat tipis 0,02%, sementara di sisi lain S&P 500 terkoreksi sebesar 0,47%, begitu juga dengan indeks Nasdaq yang melemah sebesar 0,66%.

Yield obligasi 10 tahun mencapai 4%, pertama kalinya sejak November, serta Bursa Eropa mengalami pelemahan, dimana DAX Performance Index dan CAC 40 masing-masing turun 0,39% dan 0,46%. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Ikuti Jejak Sang Induk, BRI Finance Kini Punya Logo Baru

Poin Penting BRI Finance resmi mengganti logo pada 13 Januari 2026 sebagai bagian dari penyesuaian… Read More

7 mins ago

Target Zero Case 2026 Tercoreng, DPR Soroti Keracunan Menu MBG

Poin Penting Kasus keracunan menu MBG kembali terjadi di sejumlah daerah, meski BGN menargetkan zero… Read More

57 mins ago

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Suap Pajak ke Ditjen Pajak Kemenkeu

Poin Penting KPK mendalami dugaan aliran uang suap pajak dari tersangka ke sejumlah pihak di… Read More

1 hour ago

Bussan Auto Finance Peroleh Fasilitas Pinjaman Berkelanjutan Senilai IDR300 Miliar dan USD12 Juta

Poin Penting BAF memperoleh dua fasilitas pinjaman berkelanjutan dari Bank DBS Indonesia (IDR300 miliar) dan… Read More

1 hour ago

DJP Kantongi Rp25,4 Miliar dari Pengemplang Pajak

Poin Penting DJP berhasil menagih utang pajak Rp25,4 miliar dari penanggung pajak berinisial SHB, termasuk… Read More

2 hours ago

Asing Net Buy Rp1,09 Triliun, Ini 5 Saham yang Paling Banyak Diborong

Poin Penting Investor asing kembali agresif masuk pasar saham dengan net foreign buy Rp1,09 triliun… Read More

2 hours ago