Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (3/2) pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibuka melemah ke posisi 7.878,22 dari level 7.922,73 atau turun 0,56 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 852,07 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 67 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp687,13 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 216 saham terkoreksi, 246 saham menguat, dan 190 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diperkirakan akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.480-7.700 dan resistance 8.145-8.370,” ucap analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 3 Februari 2026.
Lebih lanjut, manajemen CGS menilai terkoreksinya harga minyak mentah, emas, timah, dan nikel berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
Di sisi lain, menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street dan kenaikan harga batu bara, serta hasil pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang cukup baik diprediksi akan menjadi sentimen positif pada perdagangan saham IHSG.
Baca juga: IHSG Hari Ini Masih Rawan Terkoreksi, Cermati 4 Saham Rekomendasi Analis
Pada perdagangan saham hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang patut dilirik investor, di antaranya adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).
Ada juga saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More