Dua orang pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka naik pada level 8.694,66 dari posisi 8.649,66 atau menguat 0,52 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB, Selasa (16/12).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 1,07 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 91 ribu kali, dan total nilai transaksi mencapai Rp677,54 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 132 saham terkoreksi, sebanyak 285 saham menguat dan sebanyak 217 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berbalik Ditutup Turun 0,13 Persen ke Level 8.649
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak positif di level 8.600-8.700.
“Pada perdagangan kemarin, Senin (15/12) IHSG ditutup turun 0,13 persen atau minus 10,83 poin ke level 8.649. IHSG hari ini (16/12) diprediksi melemah dalam kisaran 8.600-8.700,” kata Ratih dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025.
Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri, IHSG kembali dilanda aksi profit taking saham konglomerasi. Penurunan IHSG juga senada dengan pergerakan Bursa di Asia Pasifik.
Baca juga: IHSG Pagi Ini Dibuka Semringah ke Posisi 8.681
Sementara, investor asing inflow di seluruh pasar terutama saham Perbankan Big Caps menjelang keputusan BI-Rate.
Bank Indonesia melaporkan Utang Luar Negeri Indonesia (ULN) edisi Oktober 2025 turun ke level USD423,9 miliar dibandingkan September 2025 sebesar USD425,6 miliar.
Rasio ULN terhadap PDB 29,3 persen pada Oktober 2025 atau lebih rendah dari kuartal II 2024 sebesar 30,4 persen dan kuartal III 2025 sebesar 29,5 persen.
Adapun dari Mancanegara, Wall Street lanjut melemah di awal pekan, dengan indeks Nasdaq turun 0,59 persen dan S&P 500 melemah 0,16 persen (15/12).
Selain itu pekan ini pasar menantikan rilis data tenaga kerja edisi November 2025 (non farm payroll dan tingkat pengangguran) sebagai arah kebijakan The Fed selanjutnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting WBSA siap melantai di BEI dengan melepas 1,8 miliar saham (20,75 persen) di… Read More
Poin Penting Total zakat BSI mencapai Rp1,07 triliun dalam periode 2021 hingga 2025 dengan tren… Read More
Poin Penting Bank Sinarmas meluncurkan Simas Share dengan konsep menabung sekaligus berdonasi dari bunga tabungan… Read More
Poin Penting Alfamart menghadirkan inovasi micro cinema pertama di gerai Gading Serpong bekerja sama dengan… Read More
Poin Penting BTN mendominasi pasar KPR subsidi dengan pangsa 72 persen hingga Maret 2026, jauh… Read More
Poin Penting Prabowo Subianto bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk mempererat hubungan bilateral… Read More