Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB (18/7) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka pada zona hijau ke level 7.232,94 atau menguat 0,12 persen dari level 7.224,21.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 480,86 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 17 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp257,89 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 76 saham terkoreksi, sebanyak 162 saham menguat dan sebanyak 236 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Rawan Terkoreksi, Simak 4 Rekomendasi Saham Berikut
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi bergerak menguat terbatas dalam rentang level 7.190 hingga 7.250.
“Pada perdagangan Rabu, (17/7), IHSG ditutup turun 0,001 persen atau minus 0,0752 poin di level 7.224. IHSG hari ini (18/7) diprediksi bergerak menguat terbatas dalam range 7.190-7.250,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 18 Juli 2024.
Ratih melihat, pelemahan IHSG disebabkan oleh aksi profit taking pada saham Barito Group. Sementara, untuk sentimen pasar hari ini cenderung positif, dikarenakan Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan di level 6,75 persen.
“Kebijakan BI tidak menaikan suku bunga mempertimbangkan nilai tukar rupiah yang mulai terapresiasi. Sementara, untuk pemangkasan BI-Rate, masih menunggu langkan The Fed melakukan pemangkasan yang diproyeksikan pada FOMC September 2024 mendatang,” imbuhnya.
Baca juga: Harga Saham TUGU Ditutup Menguat, Sempat Sentuh Level Rp1.160
Adapun dari mancanegara, inflasi tahunan Inggris pada Juli 2024 tetap sama seperti bulan sebelumnya di level 2 persen sekaligus posisi terendah sejak 2021.
Sebelumnya, Bank Sentral Inggris (BoE) kembali mempertahankan suku bunga di level 5,25 persen pada pertemuan Juni 2024 dan BoE tetap menahan suku bunga meskipun inflasi pada Mei 2024 telah kembali pada target 2 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More