Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (24/12) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada zona hijau ke level 7.110,12 atau naik 0,19 persen dari level 7.096,44.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 126,70 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 13 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp179,66 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 68 saham terkoreksi, sebanyak 165 saham menguat dan 230 saham tetap tidak berubah.
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal masih akan bergerak cenderung menguat.
Baca juga: Dibayangi Sentimen Negatif, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas
Baca juga: BEI ‘Tendang’ 8 Emiten Pailit, Ini Daftarnya!
“IHSG hari ini diprediksi akan bergerak bervariatif cenderung menguat dengan kisaran support 7.041-6.983 dan resistance 7.140-7.214,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 24 Desember 2024.
Indeks-indeks utama Wall Street kompak menguat. Ini tercermin dari Dow Jones yang naik 0,16 persen jadi 42.906,95 dan S&P 500 yang meningkat 0,73 persen ke posisi 5.974,07.
“Menguatnya mayoritas indeks utama di Wall Street dan tekanan aksi net sell yang mulai nampak berkurang dari sebelumnya diprediksi akan menjadi katalis positif untuk IHSG,” imbuhnya.
Adapun, di sisi lain pelemahan beberapa harga komoditas serta fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi manjadi katalis negatif untuk perdagangan hari ini. (*)
Editor: Galih Pratama
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More