Market Update

IHSG Kembali Dibuka di Zona Hijau ke Level 6.866

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (6/5) pukul 9.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka menguat ke level 6.866,86 atau naik 0,51 persen dari level 6.831,95.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 382,97 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 28 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp254,60 miliar. 

Kemudian, terdapat 60 saham terkoreksi, sebanyak 234 saham menguat dan sebanyak 241 saham tetap tidak berubah. 

Baca juga: BNI Sekuritas Kembali Gelar Kompetisi Trading Saham, Total Hadiah Rp2,5 Miliar

Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung menguat.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.745-6.790 dan resistance 6.875-6.915,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 6 Mei 2025.

Manajemen CGS melihat, dengan terkoreksinya indeks di bursa Wall Street seiring belum adanya kemajuan berarti dari perudingan kebijakan tarif, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Sementara itu, kenaikan harga emas yang signifikan dan berlanjutnya aksi beli investor asing berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.

Baca juga: Begini Gerak Saham Bank Indeks INFOBANK15 di Awal Mei 2025

Rekomendasi Saham

Adapun, CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

MK Putuskan Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara, Ini Respons KPK

Poin Penting: MK memutuskan hanya BPK yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara korupsi. KPK… Read More

1 hour ago

OJK Blokir 33.252 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat EDD

Poin Penting OJK telah memblokir 33.252 rekening terindikasi judi online, meningkat dari sebelumnya 32.556 rekening.… Read More

1 hour ago

OJK: 53 Penawaran Umum dalam Pipeline, 15 di Antaranya Siap IPO

Poin Penting OJK mencatat 53 rencana penawaran umum hingga Maret 2026, dengan 15 perusahaan di… Read More

2 hours ago

Marak Joki Coretax di Medsos, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya

Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More

3 hours ago

Universal Banking di Depan Mata, OJK Soroti Tantangan Kesiapan IT Industri Perbankan

Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More

4 hours ago

IHSG Dibuka Rebound, Balik Lagi ke Level 7.000

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More

4 hours ago