Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik tipis 2,80 poin atau. 0,06% ke level 4.714,677 pada perdagangan Senin, 23 Mei 2016.
Penguatan ini sejalan dengan Bursa AS dan Eropa yang ditutup naik pada jumat kemarin.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, hal ini secara umum dinilai lebih disebabkan oleh technical rebound setelah pelemahan sebelumnya seiring kekhawatiran akan kenaikan suku bunga AS yang kembali muncul. Dari sisi ekonomi, data penjualan rumah AS tercatat lebih baik dari ekspektasi.
Spekulasi akan kenaikan suku bunga AS pada bulan depan, lebih cepat dari perkiraan awal pada bulan Desember, mendorong penguatan USD index dan pelemahan harga sejumlah komoditas.
Jumat IHSG naik 0,2% dengan investor asing mencatatkan net buy Rp10 miliar di pasar reguler.
Hari ini IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya mengikuti kenaikan bursa global. Pelemahan Rupiah perlu diwaspadai, dimana saat ini telah berada pada level sekitar Rp13.608 akibat penguatan USD. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More
Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More