Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Ajaib Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang 6.820 hingga 6.980 pada hari ini (20/10).
“Pada perdagangan Kamis (19/10), IHSG ditutup turun 1,18 persen atau sebanyak 81,47 poin di level 6.846,42. Hari ini IHSG diprediksi bergerak mixed menguat terbatas dalam range 6.820-6.980,” ucap Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih dalam IHSG Daily Analysis di Jakarta, 20 Oktober 2023.
Baca juga: Mirae Asset: Perang Israel dan Hamas Berdampak Terbatas ke IHSG
Ratih menjelaskan bahwa, sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, Bank Indonesia (BI) yang telah memutuskan untuk menaikan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 6 persen, dengan Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan Lending Facility sebesar 6,75 persen.
“Sebelumnya BI menetapkan suku bunga di level 5.75 persen sejak awal tahun 2023. Kenaikan suku bunga pada Oktober 2023 bertujuan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, mengurangi dampak ketidakpastian ekonomi global, serta mengantisipasi imported inflation,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, BI juga memproyeksikan ketidakpastian ekonomi global di tengah era suku bunga tinggi yang berpotensi membawa pertumbuhan ekonomi global di level 2,9 persen di tahun 2023, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 akan berada di kisaran 4,5-5,3 persen.
Sedangkan dari mancanegara, kawasan Eropa pada September 2023 mencatat inflasi tahunan sebesar 4,3 persen, turun dari bulan sebelumnya sebesar 5,2 persen sekaligus menjadi inflasi terendah sejak Oktober 2021.
Baca juga: IHSG di Oktober Cenderung Menguat, Bank KBMI 4 jadi Penopang?
Sementra itu dari Asia, Jepang mencatatkan surplus neraca dagang pada September 2023 sebesar JPY62,44 miliar, angka ini lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat defisit JPY937,8 miliar.
Adapun, Bank Sentral Korea (BOK) menetapkan suku bunga di level 3,5 persen pada Oktober 2023, dimana level tersebut tetap dalam enam periode beruntun, dimana sebelumnya kenaikan suku bunga BOK telah terjadi sebesar 300 bps hingga Januari 2023. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More
Poin Penting Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panja untuk membahas revisi UU… Read More
Poin Penting OJK dan BEI perkuat sinergi penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar modal, termasuk… Read More
Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More