Market Update

IHSG Hari Ini Dibuka Semringah, Menguat ke Level 7.188

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebanyak 0,44 persen ke level 7.188,91 dari posisi 7.157,73, pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (18/12).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 298,81 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 16 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp242,51 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 59 saham terkoreksi, sebanyak 152 saham menguat dan sebanyak 264 saham tetap tidak berubah.

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak variatif dalam rentang level 7.100 hingga 7.180. 

Baca juga: IHSG Rawan Terkoreksi, 4 Saham Ini Dijagokan Tetap Cuan

“Pada perdagangan Selasa (17/12) IHSG ditutup turun 1,39 persen atau minus 100,89 poin ke level 7.157. IHSG hari ini (18/12) diprediksi mixed dalam range 7.100-7.180,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 18 Desember 2024. 

Ia melihat, pergerakan IHSG mengalami koreksi dalam empat hari beruntun, di mana aksi profit taking investor asing pada saham Big Caps masih menjadi pendorong penurunan IHSG. Investor asing tercatat outflow di pasar ekuitas domestik senilai Rp1,63 triliun (17/12).

Di sisi lain, neraca dagang tercatat surplus sebesar USD4,42 miliar pada November 2024 atau meningkat dari surplus bulan sebelumnya sebesar USD2,48 miliar. Jika diakumulasi, Indonesia tercatat surplus dalam 55 bulan beruntun.

Sementara, pelaku pasar terlihat wait and see menjelang keputusan RDG Bank Indonesia (BI) hari ini. BI berpotensi menahan suku bunga di level 6 persen pada pertemuan Desember 2024. Kebijakan tersebut untuk menopang nilai tukar rupiah JISDOR yang kembali terdepresiasi ke level Rp16.050 (17/12).

Baca juga: RUPSLB Petrosea Restui Stock Split Saham 1:10

Adapun dari mancanegara, pelaku pasar dini hari menantikan keputusan suku bunga The Fed yang berpotensi turun 25 bps. Sementara itu, penjualan ritel Amerika Serikat (AS) secara tahunan pada November 2024 tumbuh 3,8 persen setelah bulan sebelumnya tumbuh 2,9 persen.

Daya beli yang kembali menguat menjadi sinyal bagi The Fed untuk mempertimbangkan suku bunga lebih konservatif kedepan. 

Sedangkan, data awal indeks PMI manufaktur Inggris tercatat kembali di level kontraksi sebesar 47,3 setelah pada bulan sebelumnya sebesar 48. Jika diakumulasi, industri manufaktur Inggris berada di level kontraksi dalam tiga bulan beruntun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam Senilai USD 11,04 Juta

Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More

45 mins ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam

PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Catat Fundamental Solid di 2025, Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More

1 hour ago

CIMB Niaga Bidik Transaksi Rp45 Miliar di Cathay Travel Fair 2026

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More

2 hours ago

Moody’s Turunkan Outlook RI, Purbaya: Hanya Jangka Pendek

Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More

2 hours ago

Gaya Hidup Menggeser Risiko Penyakit ke Usia Muda? Simak Persiapan Menghadapi Risikonya

Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More

2 hours ago