Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (7/1) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada zona merah ke level 7.074,25.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 360,68 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 16 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp231,60 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 70 saham terkoreksi, sebanyak 156 saham menguat dan sebanyak 237 saham tetap tidak berubah.
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal masih akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.000-6.920 dan resistance 7.160-7.240,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 7 Januari 2025.
Baca juga: Empat Saham Bank Big Caps Diobral Asing, Nilainya Tembus Rp571,38 Miliar
Baca juga: ADRO Umumkan Kurs Konversi Dividen Interim 2024, Segini per Sahamnya
Indeks-indeks utama Wall Street bergerak variatif, tercermin dari S&P 500 yang meningkat 0,55 persen ke posisi 5.975,38, meski Dow Jones turun 0,06 persen jadi 42.706,56.
“Menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar,” imbuhnya.
Adapun, dengan masih berlanjutnya aksi jual investor asing yang berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More