Market Update

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,16 Persen ke Level 9.148

Poin Penting

  • IHSG dibuka naik 0,16 persen ke level 9.148,87 dan sempat menyentuh all time high (ATH) di 9.169,86 pada awal perdagangan.
  • Sebanyak 2,09 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp1 triliun; 304 saham menguat, 148 terkoreksi, dan 208 stagnan.
  • Investor asing mencatatkan net sell Rp542,75 miliar, sementara sentimen domestik ditopang ekspektasi suku bunga stabil meski Wall Street melemah dan rupiah tertekan di kisaran Rp16.935.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (20/1) pukul 09.00 WIB dibuka dengan melanjutkan penguatannya pada level 9.148,87 dari posisi 9.133,87 atau naik 0,16 persen.

IHSG juga kembali menyentuh level tertinggi atau all time high (ATH) pada awal perdagangan ini di posisi 9.169,86.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 2,09 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 133 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp1,00 triliun. 

Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini

Kemudian, tercatat terdapat 148 saham terkoreksi, 304 saham menguat, dan 208 saham tetap tidak berubah.

Manajemen Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal masih berpotensi untuk bergerak cenderung menguat pada rentang level 9.075-9.184.

“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 9.075 dan resistance pada level 9.184 dengan kecenderungan menguat,” ucap Manajemen Reliance dalam risetnya di Jakarta, 20 Januari 2026.

Diketahui, pada perdagangan kemarin (19/1) IHSG ditutup menguat pada level 9.133,87 atau naik 0,64 persen. Penguatan dipimpin oleh saham-saham sektor konsumer siklikal dan sektor energi.

Sentimen positif disebabkan oleh meningkatnya ekspektasi suku bunga yang tidak berubah untuk melindungi nilai rupiah. Saat ini rupiah kembali mengalami pelemahan menjadi sekitar Rp16.935.

Sementara itu, asing membukukan net sell sebesar Rp542,75 miliar di pasar reguler kemarin, dengan saham-saham yang paling banyak dijual, seperti BBCA, GOTO, TLKM, ARCI, dan INDY. 

Baca juga: Prajogo Pangestu Borong Saham BREN, Segini Nilainya

Adapun dari sisi indeks utama bursa Amerika Serikat (AS) Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas melemah. 

Hal itu disebabkan oleh sentimen negatif dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang mengancam akan memberlakukan tarif baru pada negara-negara yang menentang penjualan Greenland yang merupakan teritori Denmark ke AS. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Thomas Resmi Jadi DG BI, Wamenkeu Suahasil dan Juda Harap Kolaborasi Makin Erat

Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More

7 mins ago

Jadwal Cuti Bersama 2026 Ditetapkan, Ini Rangkaian Long Weekend dan Libur Lebaran

Poin Penting Presiden Prabowo menetapkan delapan hari cuti bersama ASN 2026, dengan cuti terbanyak pada… Read More

13 mins ago

Thomas Dilantik Jadi DG BI, Purbaya: Nggak Perlu Kasih Wejangan, Udah Jago

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengucapkan selamat kepada Thomas Djiwandono atas pelantikannya sebagai Deputi… Read More

30 mins ago

Mensos Ubah Kriteria Penerima Bansos, Begini Cara Ceknya

Poin Penting Kemensos akan memfokuskan penyaluran PKH dan bantuan sembako hanya kepada masyarakat desil 1… Read More

36 mins ago

TUGU Pertahankan Reputasi Global dengan Rating A- (Excellent) dari AM Best

Poin Penting AM Best kembali menetapkan Tugu Insurance meraih FSR A- (Excellent) dan Long-Term ICR… Read More

56 mins ago

KB Bank Gandeng Bali United FC Perluas Penetrasi Nasabah

Poin Penting KB Bank gandeng Bali United hingga akhir musim 2026/2027 untuk dorong literasi dan… Read More

1 hour ago