Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (22/8) pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik dibuka pada zona hijau ke level 7.904,06 dari level 7.890,71 atau menguat 0,17 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 528,40 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 39 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp294,41 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 73 saham terkoreksi, sebanyak 270 saham menguat dan sebanyak 226 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Bergerak Melemah, Ini Sentimen Pemicunya
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.770-7.830 dan resistance 7.950-8.015,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 22 Agustus 2025.
Menurut CGS, melemahnya indeks di bursa Wall Street dan turunnya harga sebagian besar harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Di sisi lain, berlanjutnya aksi beli investor asing berpeluang menjadi katalis positif untuk IHSG.
Pada perdagangan hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang patut dilirik investor. Di antaranya adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).
Kemudian, ada saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More