Pegerakan pasar saham. (Foto: istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini Selasa, 23 September 2025 ditutup melesat ke level tertingginya pada posisi 8.125,20 atau menguat sebanyak 1,06 persen dari level 8.040,03. Posisi ini merupakan rekor penutupan All Time High (ATH) baru.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 252 saham terkoreksi, 395 saham menguat, dan 157 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 61,43 miliar saham diperdagangkan dengan 2,49 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp31,67 triliun.
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri mengalami pergerakan yang menguat. Rinciannya, IDX30 naik 0,71 persen menjadi 424,78, LQ45 meningkat 0,83 persen menjadi 810,58, Sri-Kehati menguat 0,96 persen menjadi 375,59, dan JII naik 1,74 persen menjadi 553,08.
Baca juga: Melantai di Bursa, Harga Saham Merdeka Gold Resources (EMAS) Langsung ARA
Kemudian, mayoritas sektor juga bergerak naik. Rinciannya, sektor bahan baku meningkat 2,84 persen, sektor energi menguat 2,27 persen, sektor properti naik 2,20 persen, sektor non-siklikal meningkat 2,11 persen, dan sektor transportasi menguat 1,96 persen.
Kemudian, sektor industrial naik 1,47 persen, sektor siklikal meningkat 0,82 persen, sektor kesehatan menguat 0,80 persen, sektor keuangan naik 0,73 persen, dan sektor infrastruktur meningkat 0,37 persen.
Sebaliknya, sektor teknologi yang melemah 0,05 persen yang dipicu saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang turun 0,81 persen.
Baca juga: Intip Gerak Saham Indeks INFOBANK15 dalam Sepekan
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Sedangkan saham top losers adalah PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM), PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More
Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More
Poin Penting Indonesia dan Korea Selatan meneken kerja sama investasi senilai Rp173 triliun, hasil kunjungan… Read More
Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More