Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (23/6) diprediksi akan melanjutkan pelemahan.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.795-6.850 dan resistance 6.965-7.020,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 23 Juni 2025.
Di mana, pada perdagangan Jumat lalu (20/6) IHSG kembali ditutup pada zona merah ke posisi 6.907,13 dari dibuka pada level 6.968,63 atau masih dalam tren melemah 0,88 persen.
Baca juga: Intip Gerak Saham Indeks INFOBANK15 dalam Sepekan
Manajemen CGS menjelaskan bahwa, dengan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah pasca Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke Iran dan besarnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
Hal itu sejalan dengan indeks di bursa Wall Street pada perdagangan pekan lalu yang ditutup bervariasi dengan mayoritas melemah seiring sikap hati-hati investor mencermati perkembangan tensi geopolitik dan prospek pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed.
Baca juga: IHSG Sepekan Tinggalkan Level 7.000, Saham Big Bank Pemicunya
CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham berpotensi cuan untuk hari ini, di antaranya adalah Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS).
Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Ombudsman dorong Bank Jambi segera memulihkan layanan digital demi kenyamanan dan keamanan seluruh… Read More
Poin Penting Hingga Januari 2026, realisasi belanja pemerintah pusat capai Rp131,9 triliun, melonjak 53,3 persen… Read More
Oleh Hendra Febri, S.H., M.H, Praktisi Hukum, Banker, dan Lawyer PADA 4 Februari 2026, Pemerintah… Read More
Poin Penting Pinjol melonjak jelang Lebaran 2026, didorong kebutuhan konsumtif dan faktor psikologis seperti FOMO,… Read More
Poin Penting Pajak Januari 2026 Rp116,2 triliun, naik 30,7 persen yoy (4,9 persen dari pagu… Read More
Poin Penting APBN awal 2026 defisit Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap PDB, dinilai masih… Read More