Market Update

IHSG Hari Ini Berpotensi Lanjut Menguat pada Rentang 8.350-8.400

Poin Penting

  • IHSG berpotensi lanjut menguat ke rentang 8.350-8.400, didorong optimisme pasar, laporan keuangan emiten, dan penguatan rupiah
  • Stimulus fiskal kuartal I 2026 senilai Rp12,83 triliun siap mendorong konsumsi dan pertumbuhan ekonomi, termasuk diskon transportasi, tol, dan bantuan sosial
  • BEI bahas kebijakan baru dengan MSCI, termasuk penerbitan shareholders concentration list dan penguatan transparansi kepemilikan saham.

Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (12/2) lanjut menguat dan akan menguji level di rentang 8.350-8.400.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 8.350-8.400 pada perdagangan Kamis (12/2),” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 12 Februari 2026.

Diketahui, IHSG pada perdagangan kemarin berhasil ditutup menguat di level 8.290,97 atau naik 1,96 persen. Saham sektor energi membukukan penguatan terbesar, sedangkan saham sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang melemah. 

Baca juga: Pandu Sjahrir: Danantara Setiap Hari Borong Saham, Fokus Emiten Fundamental Solid

Penguatan IHSG antara lain didorong oleh meningkatnya optimisme investor akan pasar modal Indonesia, laporan kinerja keuangan emiten, serta faktor teknikal. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga berlanjut menguat terhadap Dolar AS. 

Kombinasi antara stimulus fiskal dan kenaikan konsumsi musiman seiring adanya Tahun Baru Imlek, Ramadan dan Idulfitri diharapkan mampu mendorong kenaikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026. 

Pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026. Stimulus tersebut meliputi diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol serta bantuan sosial selama periode Februari-Maret 2026.

Baca juga: Pasar Saham Tertekan, Begini Jurus Investasi Aman di Tengah Koreksi IHSG

Adapun, pembahasan lanjutan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu (11/2) terdapat poin tambahan, yakni BEI akan menerbitkan kebijakan berupa shareholders concentration list, yakni daftar saham yang terindikasi memiliki kepemilikan terkonsentrasi. 

Sebelumnya, BEI telah mengajukan tiga poin proposal, yakni pengungkapan pemegang saham di atas 1 persen, penyediaan data investor yang lebih granular, dan progres pelaksanaan kenaikan batas minimum freefloat dari 7,5 persen menjadi 15 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

IHSG Dibuka Loyo usai Libur Lebaran, Masih Bertahan di Kisaran 7.000

Poin Penting Pada pembukaan 25 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun 0,63 persen ke… Read More

27 mins ago

Rupiah Dibuka Melemah setelah Libur Lebaran, Masih Dipicu Konflik AS-Iran

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.916 per dolar AS pada Rabu (25/3), turun… Read More

30 mins ago

IHSG Berpotensi Rebound usai Libur Panjang Lebaran 2026

Poin Penting IHSG secara historis cenderung menguat (technical rebound) setelah libur panjang, didorong kembalinya aliran… Read More

38 mins ago

Cek Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Maret 2026: Galeri24 dan UBS Turun, Antam Tetap

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun pada Rabu (25/3), masing-masing menjadi… Read More

1 hour ago

ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen

Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More

19 hours ago

Pendapatan Paradise Indonesia Tumbuh 32,9 Persen di 2025, Ini Penopangnya

Jakarta - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia mencatatkan kinerja positif dengan… Read More

23 hours ago