Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (12/2) lanjut menguat dan akan menguji level di rentang 8.350-8.400.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 8.350-8.400 pada perdagangan Kamis (12/2),” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 12 Februari 2026.
Diketahui, IHSG pada perdagangan kemarin berhasil ditutup menguat di level 8.290,97 atau naik 1,96 persen. Saham sektor energi membukukan penguatan terbesar, sedangkan saham sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang melemah.
Baca juga: Pandu Sjahrir: Danantara Setiap Hari Borong Saham, Fokus Emiten Fundamental Solid
Penguatan IHSG antara lain didorong oleh meningkatnya optimisme investor akan pasar modal Indonesia, laporan kinerja keuangan emiten, serta faktor teknikal. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga berlanjut menguat terhadap Dolar AS.
Kombinasi antara stimulus fiskal dan kenaikan konsumsi musiman seiring adanya Tahun Baru Imlek, Ramadan dan Idulfitri diharapkan mampu mendorong kenaikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026.
Pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026. Stimulus tersebut meliputi diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol serta bantuan sosial selama periode Februari-Maret 2026.
Baca juga: Pasar Saham Tertekan, Begini Jurus Investasi Aman di Tengah Koreksi IHSG
Adapun, pembahasan lanjutan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu (11/2) terdapat poin tambahan, yakni BEI akan menerbitkan kebijakan berupa shareholders concentration list, yakni daftar saham yang terindikasi memiliki kepemilikan terkonsentrasi.
Sebelumnya, BEI telah mengajukan tiga poin proposal, yakni pengungkapan pemegang saham di atas 1 persen, penyediaan data investor yang lebih granular, dan progres pelaksanaan kenaikan batas minimum freefloat dari 7,5 persen menjadi 15 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pangsa pasar oli Indonesia tumbuh rata-rata 2,5% per tahun, didorong oleh meningkatnya jumlah… Read More
Poin Penting Konflik AS-Iran memunculkan volatilitas, yang sebagian investor lihat sebagai momentum untuk membeli aset… Read More
Poin Penting SMF menyalurkan pembiayaan Rp20,88 triliun sepanjang 2025, naik 22,75%, dengan laba Rp565 miliar… Read More
Poin Penting Adira Finance catat pembiayaan baru Rp43,2 triliun, naik 18% di 2025. Laba bersih… Read More
Poin Penting AFPI berharap bank Himbara menyalurkan sebagian dari Rp200 triliun SAL ke industri pinjaman… Read More
Poin Penting Pertamina Lubricants memastikan stok oli domestik aman meski konflik AS-Israel vs Iran berpotensi… Read More