Ilustrasi: Pergerakan pasar saham. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (5/8) diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.295-7.380 dan resistance 7.550-7.635,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 5 Agustus 2025.
Manajemen CGS menjelaskan aksi jual investor asing dan potensi lebih rendahnya pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun ini menurut konsensus akan menjadi sentimen negatif bagi pasar
Baca juga: 45 Emiten Siap Buyback Saham Tanpa RUPS, Alokasi Dana Capai Rp26,52 Triliun
Tidak hanya itu, lanjut CGS, adanya spekulasi terkait kecilnya peluang saham group Prajogo Pangestu masuk ke dalam indeks MSCI juga berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
Di sisi lain, menguatnya indeks di bursa Wall Street dan berlanjutnya penguatan harga emas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara pada perdagangan kemarin (4/8), IHSG ditutup dengan melanjutkan koreksinya ke posisi 7.464,64 dari dibuka pada level 7.537,76 atau melemah sebanyak 0,97 persen.
Baca juga: Harga Saham BMRI Menguat 1,55 Persen usai Gelar RUPSLB
Pada perdagangan pasar saham hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang patut dilirik investor. Di antaranya adalah PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).
Ada juga saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). (*)
Editor: Galih Pratama
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More