Market Update

IHSG Diyakini Mampu Tembus 10.000, Cermati Deretan Saham Berikut

Poin Penting

  • IHSG diyakini mampu menembus level 10.000 pada 2026 seiring pasar yang makin mandiri dari investor asing.
  • Net sell asing tak lagi jadi hambatan, terbukti IHSG tetap menguat meski terjadi arus keluar dana asing pada 2025.
  • Saham big caps dan sektor konsumsi hingga tambang direkomendasikan, seperti BBCA, ASII, TLKM, hingga ANTM dan ITMG.

Jakarta – Co-Founder PasarDana dan praktis pasar modal, Hans Kwee, meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menembus level 10.000 pada akhir tahun ini.

“Ya, arah indeks kita masih cukup yakin level 10 ribu bisa kita tembus di tahun ini, bahkan bisa melebihi level tersebut,” kata Hans Kwee dalam Edukasi Wartawan Pasar Modal di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.

Optimisme tersebut didorong oleh perubahan struktur pasar saham Indonesia yang dinilai tidak lagi sangat bergantung pada investor asing. Hal ini tecermin dari IHSG yang mampu ditutup di level 8.646 atau menguat 22,13 persen, meskipun sepanjang 2025, net sell sebesar Rp17,34 triliun.

“Jadi ini bisa kita lihat bahwa pasar kita ini nggak lagi sangat tergantung dengan asing ya, jadi kita bergerak independen sendiri ya terhadap asing ya, jadi kita nggak bisa bilang bahwa pasar kita sangat terpengaruh oleh asing,” imbuhnya.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Ambles 1 Persen Lebih ke Posisi 8.876

Berdasarkan kondisi tersebut, Hans menilai saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) masih menarik untuk dicermati tahun ini, khususnya dari sektor perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

“Kemudian Astra (ASII), Telkom (TLKM) itu cukup menarik. Konsumsi ya ada saham-saham yang kita lihat seperti Cimory (CMRY), Mayora (MYOR), itu ya masih cukup menarik bagi kita gitu ya,” ujar Hans Kwee.

Adapun, selain CMRY dan MYOR, terdapat rekomendasi saham dari sektor konsumsi lainnya, yakni PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Rekomendasi Saham Tambang dan Emas

Lalu dari emiten sektor bahan baku, khususnya emas, Hans merekomendasikan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

Baca juga: Tren Kenaikan Harga Emas, Angin Segar bagi Bisnis Pergadaian

Sementara dari sektor pertambangan batu bara, beberapa saham yang dinilai mernarik meliputi PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Tak hanya itu, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga masuk dalam daftar saham yang direkomendasikan untuk dicermati tahun ini. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Cabut Izin Usaha Varia Intra Finance, Ini Alasannya

Poin Penting OJK mencabut izin usaha PT Varia Intra Finance (VIF) melalui SK Anggota Dewan… Read More

54 mins ago

Fundamental Kuat, Amartha Buka Peluang IPO

Poin Penting Amartha buka peluang IPO di Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan… Read More

1 hour ago

OJK Dorong Bank KMBI I Perkuat Permodalan Lewat Konsolidasi

Poin Penting OJK menilai bank KBMI I (modal inti hingga Rp6 triliun) masih berpeluang memperkuat… Read More

2 hours ago

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp13,2 Triliun Sepanjang 2025, Mayoritas ke Sektor Ini

Poin Penting Amartha menyalurkan pembiayaan Rp13,2 triliun pada 2025, tumbuh lebih dari 20% secara tahunan,… Read More

2 hours ago

Perkuat Industri Kelistrikan, BNI-Siemens Indonesia Sepakati Pembiayaan Rp300 Miliar

Poin Penting BNI–Siemens Indonesia menjalin kerja sama pembiayaan Rp300 miliar untuk proyek dan modal kerja… Read More

2 hours ago

Tensi Geopolitik Memanas, Praktisi Pasar Modal Imbau Investor Lebih Waspada

Poin Penting Tensi geopolitik mendorong aliran dana ke USD, membuat rupiah tetap rentan meski sempat… Read More

2 hours ago