Ilustrasi: IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed/istimewa
Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi seiring melemahnya bursa Eropa hari ini.
Indeks turun 4,79 poin atau 0,09 persen ke level 5.312 pada perdagangan Jumat 27 Januari 2017 setelah bergerak di antara 5.297-5.321. Sebanyak 130 saham naik, 154 saham turun, 119 saham tidak bergerak, dan 169 saham tidak ditransaksikan.
Mengutip data yang di publikasi Mandiri Sekuritas, investor bertransaksi Rp5,5 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp4,29 triliun, negosiasi Rp1,21 miliar/triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp130 miliar.
Sebanyak empat dari total 10 indeks sektoral melemah, dipimpin sektor barang konsumsi yang turun 0,89 persen dan infrastruktur yang turun 0,59 persen.
Dari Asia, mayoritas indeks saham menguat. Indeks Nikkei225 di Jepang naik 0,34 persen dan Straits Times Index di Singapura menguat 0,43 persen, sedangkan Hang Seng di Hong Kong terkoreksi 0,06 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa sendiri justru melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun 0,09 persen, DAX di Jerman melemah 0,29 persen, dan CAC di Perancis terkoreksi 0,53 persen.
Di pasar valas, nilai tukar rupiah terkoreksi -28 poin (0,21 persen) ke Rp13.360 per Dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.343-Rp13.381. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Gubernur Jambi memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayar meski Bank Jambi mengalami… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II membahas upaya mendorong perdamaian Gaza dan stabilitas… Read More
Poin Penting Hingga kini belum ada keputusan resmi untuk menunda impor pikap India sebanyak 105… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang tenor penempatan dana Rp200 triliun di Himbara hingga September 2026, sebelumnya… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun di Himbara, disambut positif BRI. Dana… Read More
Poin Penting Perpanjangan dana SAL di Himbara hingga September 2026 meredakan tensi likuiditas antarbank Perbankan… Read More