Market Update

IHSG Ditutup Turun 0,65 Persen ke Posisi 8.545

Poin penting

  • IHSG kembali melemah 0,65 persen ke level 8.545,86, dengan 382 saham terkoreksi dan nilai transaksi mencapai Rp27,69 triliun.
  • Seluruh indeks utama kompak turun dan mayoritas sektor ditutup merah, kecuali properti, industrial, bahan baku, transportasi, dan infrastruktur yang masih mencatat penguatan.
  • Top gainers dipimpin BBYB, CTBN, dan PNBN, sementara top losers diisi BUMI, RMKE, dan BUKK; saham teraktif adalah BUMI, BKSL, dan BBYB.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, 27 November 2025 ditutup dengan melanjutkan pelemahannya ke level 8.545,86 atau turun 0,65 persen dari level 8.602,13. 

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 382 saham terkoreksi, 283 saham menguat, dan 144 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 51,91 miliar saham diperdagangkan dengan 2,96 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp27,69 triliun.

Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak melemah. Ini terlihat dari IDX30 yang turun 1,33 persen menjadi 439,74, LQ45 merosot 1,47 persen ke 864,77, JII melemah 0,44 persen menjadi 852,03, dan Sri-Kehati turun 1,16 persen menjadi 383,36.

Baca juga: Gozco Capital Tambah Kepemilikan Saham di Bank Neo Commerce Jadi 7,76 Persen

Lalu, mayoritas sektor juga ditutup merah, dengan sektor non-siklikal turun 0,74 persen, sektor kesehatan (-0,52 persen), sektor teknologi (-0,27 persen), sektor energi (-0,25 persen), sektor keuangan (-0,15 persen), dan sektor siklikal (-0,12 persen).

Sedangkan, sektor lainnya menguat. Ini tercermin dari sektor properti naik 1,88 persen, sektor industrial meningkat 0,54 persen, sektor bahan baku menguat 0,18 persen, sektor transportasi naik 0,11 persen, dan sektor infrastruktur meningkat 0,06 persen.

Baca juga: BCA Siap Bagikan Dividen Interim Rp55 per Saham, Catat Jadwalnya!

Saham Top Gainers dan Top Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Citra Tubindo Tbk (CTBN), dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).

Sedangkan saham top losers adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT RMK Energy Tbk (RMKE), dan PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK). 

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

2 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

4 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

4 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

4 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

5 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

5 hours ago