Market Update

IHSG Ditutup Terkoreksi, Turun ke Level 8.274

Poin Penting

  • IHSG ditutup melemah 0,43 persen ke level 8.274,08 pada Kamis (19/2/2026). Sebanyak 366 saham turun, 326 naik, dan 127 stagnan, dengan nilai transaksi Rp26,23 triliun
  • Mayoritas indeks utama terkoreksi: IDX30 -0,34 persen, LQ45 -0,51 persen, dan Sri-Kehati -1,16 persen. Hanya JII yang menguat 0,30 persen
  • Sektor campuran & saham teraktif: Bahan baku memimpin kenaikan (+2,85 persen), sementara teknologi (-1,16 persen) dan keuangan (-1,03 persen) tertekan.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026 ditutup dengan melanjutkan pelemahannya ke posisi 8.274,08 atau turun 0,43 persen dari level 8.310,22.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 366 saham terkoreksi, 326 saham menguat, dan 127 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 53,30 miliar saham diperdagangkan dengan 3,33 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp26,23 triliun.

Mayoritas indeks dalam negeri juga ditutup melemah dengan IDX30 turun 0,34 persen menjadi 436,54. Selanjutnya LQ45 -0,51 persen ke 834,28, dan Sri-Kehati -1,16 persen menjadi 380,48. Sedangkan, JII menguat 0,30 persen menjadi 565,67.

Baca juga: Reformasi Pasar Saham: Antara Obat Pereda “Goreng Saham” dan “Akrobat” Saham Konglo

Meski demikian, mayoritas sektor ditutup menguat dengan sektor bahan baku yang naik 2,85 persen. Disusul sektor transportasi meningkat 1,92 persen, sektor energi menguat 0,82 persen, sektor siklikal naik 0,57 persen, sektor non-siklikal meningkat 0,06 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,04 persen.

Sementara sektor lainnya masih terkoreksi. Rinciannya, sektor teknologi -1,16 persen, sektor keuangan -1,03 persen, sektor properti -0,70 persen, sektor infrastruktur -0,27 persen, dan sektor industrial -0,26 persen.

Baca juga: Kinerja Moncer, Segini Target Harga Saham Bank Mandiri

Saham Top Gainers dan Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG).

Sedangkan saham top losers adalah PT Hillcon Tbk (HILL), PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC), dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Rupiah Masih Undervalued, Bos BI Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pelemahan rupiah dipicu premi risiko global, meski fundamental… Read More

2 hours ago

BI Optimistis Ekonomi Kuartal I 2026 Tetap Tinggi, Ini Pendorongnya

Poin Penting BI proyeksikan ekonomi kuartal I 2026 tetap tinggi, didorong konsumsi rumah tangga, stimulus… Read More

3 hours ago

BI Catat Kredit Perbankan Januari 2026 Tumbuh 9,96 Persen

Poin Penting BI mencatat kredit perbankan Januari 2026 tumbuh 9,96 persen yoy, naik tipis dari… Read More

4 hours ago

Bank Aladin Syariah Jaga Kualitas Pembiayaan Lewat Strategi Ekosistem

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk fokus jaga kualitas pembiayaan lewat strategi ekosistem dan… Read More

4 hours ago

Bos BRI Ungkap Alasan Kredit Perbankan Melambat di 2025

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan 2025 melambat ke 9,69% (yoy), dipicu turunnya permintaan kredit konsumsi… Read More

4 hours ago

Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen

Poin Penting Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 4,75 persen, Deposit Facility 3,75 persen dan… Read More

4 hours ago