Ilustrasi: Pergerakan pasar saham/istimewa
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini kembali ditutup bertahan pada zona hijau pada level 7009,64 atau menguat 0,08 persen dari dibuka pada level 7004,48 pada pembukaan perdagangan hari ini (24/11).
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 276 saham terkoreksi, 245 saham menguat, dan 231 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 27,49 miliar saham diperdagangkan dengan 1,30 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp12,36 triliun.
Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Bos BEI Optimistis Pasar Modal Bakal Bergerak Positif
Kemudian, hampir seluruh indeks alami penguatan, dengan IDX30 menguat 0,15 persen menjadi 478,60, LQ45 menguat 0,15 persen menjadi 924,87, dan SRI-KEHATI menguat 0,19 persen menjadi 425,02. Sedangkan, JII melemah 0,20 persen menjadi 513,07.
Lalu, hanya sebagian kecil sektor yang mengalami penguatan, di antaranya sektor teknologi menguat 2,01 persen, sektor siklikal menguat 0,96 persen, sektor keuangan menguat 0,87 persen, sektor bahan baku menguat 0,32 persen, dan sektor transportasi menguat 0,29 persen.
Sedangkan, sektor lainnya mengalami pelemahan, dengan sektor infrastruktur melemah 2,82 persen, sektor kesehatan melemah 0,89 persen, sektor non-siklikal melemah 0,58 persen, sektor properti melemah 0,35 persen, sektor industrial melemah 0,10 persen, dan sektor energi melemah 0,03 persen.
Baca juga: Pasar Modal Indonesia Masih Bergairah, Ini Buktinya
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI), dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB).
Sedangkan saham top losers adalah PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR), PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT), dan PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA), PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), dan PT Bank Jago Tbk (ARTO). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK mendata seluruh aset dan mengaudit keuangan DSI periode 2017–2025 terkait dugaan gagal… Read More
Poin Penting JTPE menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026, didukung kinerja solid hingga kuartal… Read More
Poin Penting OJK menerbitkan POJK 31/2025 untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan Bursa Efek serta… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kelanjutan paket ekonomi pada 2026 untuk menghadapi tantangan global, meningkatkan kualitas… Read More
Poin Penting Indonesia agresif masuk pasar perdagangan global dengan bergabung ke IEU CEPA, CEPA Kanada,… Read More
Poin Penting PAAI mendesak pemerintah meninjau ulang kebijakan pajak agen asuransi karena dinilai tidak adil,… Read More