Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis, 20 November 2025, ditutup bertahan di zona hijau pada level 8.419,91 atau menguat 0,16 persen dari posisi sebelumnya di 8.406,57.
Berdasarkan data RTI Business, tercatat 306 saham terkoreksi, 311 saham menguat, dan 195 saham tetap tidak berubah.
Total 37,92 miliar saham diperdagangkan dengan 2,29 juta kali perpindahan tangan, dan nilai transaksi mencapai Rp19,65 triliun.
Baca juga: IHSG Ditutup Menguat Hampir ke 8.500 dan Cetak ATH Baru di Sesi I
Meski IHSG menguat, mayoritas indeks domestik justru bergerak melemah. IDX30 turun 0,14 persen menjadi 442,04, LQ45 melemah 0,11 persen ke 848,02, dan JII turun 0,30 persen menjadi 570,76. Sementara itu, indeks Sri-Kehati naik tipis 0,04 persen ke level 384,52
Lalu, mayoritas sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor siklikal memimpin penguatan dengan naik 2,50 persen, disusul sektor infrastruktur naik 0,52 persen, sektor energi menguat 0,44 persen, sektor industrial naik 0,35 persen, sektor kesehatan meningkat 0,25 persen, dan sektor transportasi menguat 0,23 persen.
Di sisi lain, beberapa sektor melemah. Sektor properti turun 0,91 persen, sektor bahan baku melemah 0,32 persen, sektor teknologi turun 0,10 persen, sektor non-siklikal merosot 0,08 persen, dan sektor keuangan turun tipis 0,02 persen.
Saham-saham yang menjadi top gainers antara lain PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL
Sementara itu, top losers meliputi PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Baca juga: IHSG Lanjut Menguat, Dibuka Naik 0,45 Persen ke Posisi 8.444
Untuk saham yang paling aktif diperdagangkan, tiga teratas adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Sentul City Tbk (BKSL). (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More