Selama Yield Pemerintah Diatas 6,5%, Pasar Obligasi Masih Menarik
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 4.29 poin atau 0,07% ke level 5.742,44 pada perdagangan Jumat, 2 Juni 2017. Sementara indeks LQ45 naik 3,71 poin atau 0,39% ke level 961,41.
Indeks hari ini bergerak dengan rentang 5.726,01-5.752,65. Penguatan IHSG ditopang oleh aksi beli saham jelang penutupan.
Kondisi tersebut mendorong posisi indeks yang sempat terkoreksi hampir sepanjang perdagangan balik arah ke zona hijau. Penguatan sektoral sendiri hanya terjadi pada sektor manufaktur, keuangan, infrastruktur, konstruksi dan industri campuran.
Perdagangan hari ini berlangsung ramai dengan frekuensi hingga 342.383 kali transaksi, dan volume 13,6 miliar lembar saham senilai Rp9 triliun. Sebanyak 138 saham menguat, 184 melemah dan 111 saham stagnan.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk jajaran top gainers di antaranya, Unilever Indonesia naik Rp725 menjadi Rp46.900, Gudang Garam naik Rp550 ke Rp74.500, Bank Central Asia naik Rp400 ke Rp17.550 dan Bank of India Indonesia naik Rp380 ke Rp1.915.
Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Chandra Asri Petrochemical turun Rp1.425 ke Rp24.950, Unggul Indah Cahaya turun Rp1.350 menjadi Rp5.400, United Tractors turun Rp1.225 ke Rp26.550 dan Elang Mahkota Teknologi turun Rp875 menjadi Rp10.025.
Bursa saham regional sendiri hari ini kompak menguat diantaranya Indeks Nikkei 225 menguat 317,250 poin (1,60%) ke level 20.177,27, Indeks Hang Seng menguat 114,83 poin (0,44%) ke level 25.924,05, Indeks Komposit Shanghai menguat 2,92 poin (0,09%) ke level 3.105,54, Indeks Straits Times menguat 4,05 poin (0,13%) ke level 3.240,01. (*)
Poin Penting Rumah Siti Nurbaya Bakar digeledah Kejaksaan Agung terkait penyidikan dugaan korupsi tata kelola… Read More
Poin Penting OJK mengimbau masyarakat waspada pinjol ilegal dan terus memblokir entitas keuangan tidak berizin… Read More
Poin Penting BEI lakukan suspensi sementara perdagangan efek terhadap emiten yang belum memenuhi ketentuan free… Read More
Poin Penting IHSG babak belur di sesi I, anjlok 5,31 persen ke level 7.887,16, seiring… Read More
Poin Penting Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen (mtm), dengan IHK turun menjadi 109,75, berbalik… Read More
Poin Penting Neraca perdagangan Indonesia Desember 2025 mencatat surplus USD2,51 miliar, memperpanjang rekor surplus menjadi… Read More