Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini, Rabu, 4 Desember 2024, ditutup meningkat ke level 7.326,76 atau menguat 1,82 persen dari pembukaan di level 7.195,88.
Berdasarkan data RTI Business, sebanyak 210 saham terkoreksi, 379 saham menguat, dan 205 tetap tidak berubah. Sebanyak 22,47 miliar saham diperdagangkan dengan 1,30 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp11,18 triliun.
Beberapa indeks utama dalam negeri turut bergerak melesat, dengan IDX30 naik 1,65 persen menjadi 452,02, LQ45 meningkat 1,64 persen menjadi 883,59, Sri-Kehati menguat 1,44 persen menjadi 398,59, dan JII terapresiasi 2,25 persen menjadi 512,20.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Menguat 1,49 Persen ke Level 7.303
Sementara itu, mayoritas sektor pun bergerak menguat, terlihat dari sektor bahan baku naik 3,39 persen, sektor infrastruktur meningkat 1,84 persen, sektor non-siklikal menguat 1,43 persen, sektor energi naik 1,36 persen, dan sektor keuangan meningkat 0,95 persen.
Selanjutnya sektor properti menguat 0,84 persen, sektor industrial meningkat 0,80 persen, sektor kesehatan naik 0,32 persen, sektor siklikal menguat 0,30 persen, dan sektor transportasi naik 0,14 persen.
Sementara, hanya sektor teknologi yang mengalami pelemahan 0,70 persen, yang didukung oleh penurunan saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sebanyak 1,60 persen.
Baca juga: Dibuka Menghijau, IHSG Naik ke Level 7.199
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO), PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA), dan PT Green Power Group Tbk (LABA).
Sedangkan saham top losers adalah PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD), dan PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More