Market Update

IHSG Ditutup Naik Hampir 1 Persen ke Posisi 9.032

Poin Penting

  • IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 9.032,58 dan sempat menyentuh All Time High (ATH) 9.049,29 pada perdagangan 14 Januari 2026
  • Sebanyak 440 saham naik, 240 turun, dengan nilai transaksi Rp29,09 triliun; hampir seluruh indeks utama dan seluruh sektor ditutup di zona hijau
  • Sektor & saham menonjol: Penguatan tertinggi dipimpin sektor siklikal (+3,21 persen) dan infrastruktur (+2,21 persen); SGER, CBDK, GTSI jadi top gainers.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 14 Januari 2026 ditutup kembali melanjutkan penguatannya ke level 9.032,58 atau naik 0,94 persen dari posisi 8.948,30. 

Selain itu, IHSG juga sempat bergerak menyentuh level tertingginya atau All Time High (ATH) ke posisi 9.049,29.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 240 saham terkoreksi, 440 saham menguat, dan 128 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 64,28 miliar saham diperdagangkan dengan 3,43 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp29,09 triliun.

Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?

Lebih lanjut, mayoritas indeks dalam negeri ditutup hijau. Ini terlihat dari IDX30 naik tipis 0,01 persen menjadi 448,86, JII meningkat 0,81 persen menjadi 612,01, dan LQ45 menguat 0,37 persen ke 882,09. Sedangkan, Sri-Kehati turun 0,09 persen menjadi 388,60.

Selanjutnya, seluruh sektor juga terpantau menguat, dengan sektor siklikal naik 3,21 persen, sektor infrastruktur meningkat 2,21 persen, sektor industrial menguat 1,97 persen, sektor energi naik 1,73 persen, sektor transportasi meningkat 1,62 persen, dan sektor properti menguat 1,58 persen.

Selanjutnya, sektor bahan baku naik 1,26 persen, sektor kesehatan meningkat 1,24 persen, sektor keuangan menguat 0,63 persen, sektor teknologi naik 0,50 persen, dan sektor non-siklikal meningkat 0,10 persen.

Baca juga: Sejumlah BUMN Berpotensi Delisting Saham, DPR Ingatkan Pentingnya Restrukturisasi

Saham Top Gainer dan Top Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Sumber Global Energy Tbk (SGER), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI).

Sedangkan saham top losers adalah PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI).

Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Purbaya Ancam Stop Anggaran Kementerian/Lembaga dan Pemda yang Lambat Belanja

Poin Penting Purbaya menilai lambatnya penyerapan anggaran K/L dan Pemda merupakan masalah klasik yang terjadi… Read More

40 mins ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak 33 Kali Lipat di 2025

Poin Penting Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat pada 2025, mencapai… Read More

2 hours ago

Purbaya Bakal Sikat 40 Perusahaan Baja China-Indonesia yang Diduga Mengemplang Pajak

Poin Penting Menkeu Purbaya temukan 40 perusahaan baja asal China dan Indonesia yang diduga mengemplang… Read More

3 hours ago

Permata Bank Bidik Pertumbuhan Kartu Kredit 20 Persen dari Travel Fair 2026

Poin Penting Permata Bank menargetkan pertumbuhan transaksi kartu kredit 20% lewat Travel Fair 2026 bersama… Read More

4 hours ago

Permata Bank Pede Kredit Konsumer Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Bank optimistis kredit konsumer tumbuh sekitar 10 persen pada 2026, dengan prospek… Read More

4 hours ago

OTT Pegawai Pajak oleh KPK Dinilai Jadi Titik Balik Perkuat Kepercayaan Publik

Poin Penting OTT pegawai pajak dinilai momentum bersih-bersih institusi, bukan cerminan keseluruhan DJP. DPR menegaskan… Read More

4 hours ago