Selama Yield Pemerintah Diatas 6,5%, Pasar Obligasi Masih Menarik
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup naik 10.91 poin atau 0,19% ke level 5.830,04 pada persagangan Kamis, 13 Juli 2017.
Aksi beli saham jelang penutupan menjadi faktor pendorong kenaikan indeks hari ini. Hal itu bisa diliat dari Indeks saham LQ45 yang menaik 0,20 persen ke level 978,17.
Kondisi tersebut mendorong mayoritas sektoral saham di lantai bursa kompak menguat, dengan sektor industri dasar mengalami peningkatan paling besar sebesar 0,46 persen, disusul sektor perdagangan 0,41 persen, dan sektor keuangan 0,32 persen.
Perdagangan hari ini sendiri berjalan moderat dengan frekuensi 260.840 kali transaksi dan volume 5,89 miliar lembar saham senilai Rp5,73 triliun.
Investor asing hari ini melakukan aksi jual bersih mencapai Rp815 miliar di pasar reguler dan pasar tunai. Sebanyak 160 saham naik, 161 saham turun, 123 saham tidak bergerak, dan 152 saham tak ditransaksikan.
Saham-saham yang menjadi top gainers antara lain saham CKRA naik 33,82 persen ke level Rp91 per saham, saham SAFE melonjak 24,12 persen ke level Rp422 per saham dan saham JAWA melonjak 22,11 persen ke level Rp232 per saham.
Saham-saham yang menjadi top losers antara lain saham IBST melemah 20,23 persen ke level Rp1.755 per saham, saham SQMI merosot 15,79 persen ke level Rp480 per saham, dan saham JKSW turun 15,69 persen ke level Rp86 per saham.
Sementara, jika berdasarkan nilai transkasi saham paling besar yang diperdagangan di papan perdagangan BEI ditempati oleh saham ASII sebesar Rp568,27 miliar, TLKM sebesar Rp381,8 miliar dan BMRI sebesar Rp340,11 miliar
Dari Asia, indeks saham kompak menguat Nikkei (Jepang) ditutup naik 1,43 poin atau 0,01 persen ke level 20099,811, Kospi (Korsel) naik 17,720 poin atau 0,74 persen ke level 2.409,490 dan Hang Seng (Hong Kong) naik 302,530 poin atau 1,16 persen ke level 26.346. (*)
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More