Market Update

IHSG Ditutup Naik 0,13 Persen ke Level 8.944 Meski Saham Merah Mendominasi

Poin Penting

  • IHSG naik tipis 0,13% ke level 8.944,81 meski saham yang melemah (362) lebih banyak dibandingkan yang menguat.
  • Mayoritas sektor terkoreksi, terutama transportasi, non-siklikal, dan teknologi, sementara sektor industrial memimpin penguatan.
  • Nilai transaksi Rp36,86 triliun, dengan saham BUMI, DEWA, dan MBMA menjadi yang paling aktif diperdagangkan

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, masih mampu ditutup menguat di level 8.944,81 atau naik 0,13 persen dibandingkan posisi sebelumnya di 8.933,60. 

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 362 saham terkoreksi, 344 saham menguat, dan 104 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 70,56 miliar saham diperdagangkan dengan 4,57 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp36,86 triliun.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Hijau pada Posisi 8.946

Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga ditutup hijau, terlihat dari LQ45 yang naik 0,72 persen ke 871,33, IDX30 menguat 0,22 persen menjadi 443,67, Sri-Kehati meningkat 0,36 persen menjadi 386,07, dan JII naik 0,70 persen menjadi 600,91.

Namun, mayoritas sektor justru terpantau melemah, dengan sektor transportasi merosot 1,83 persen, sektor non-siklikal turun 0,93 persen, sektor teknologi melemah 0,56 persen, sektor keuangan merosot 0,24 persen, sektor properti turun 0,22 persen, dan sektor kesehatan melemah 0,05 persen. 

Baca juga: Tancap Gas! IHSG Makin Dekati Level 9.000

Sedangkan, sektor sisanya masih mampu menguat, tecermin oleh sektor industrial yang meningkat 2,40 persen, sektor siklikal naik 1,18 persen, sektor bahan baku menguat 1,11 persen, sektor energi meningkat 0,51 persen, dan sektor infrastruktur naik 0,16 persen.

Saham Gainers, Losers, dan Teraktif

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG).

Sedangkan saham top losers adalah PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), PT Astra Graphia Tbk (ASGR), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN).

Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Pendorongnya

Sementara itu, tiga saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

AXA Mandiri Luncurkan Produk Wealth Signature Berbasis Dolar AS, Ini Keuntungannya

Poin Penting AXA Mandiri meluncurkan Wealth Signature USD, asuransi dwiguna berbasis dolar AS yang menggabungkan… Read More

32 seconds ago

Tren Positif Bank Banten, DPR Dukung Peran UMKM dan Optimalisasi RKUD

Poin Penting Komisi II DPR menyoroti keunikan Bank Banten yang sepenuhnya dimiliki Pemprov Banten, berbeda… Read More

2 hours ago

Di Tengah Gejolak Global, UMKM Jadi Bantalan Ekonomi RI

Poin Penting Di tengah ketidakpastian global, wirausaha dan UMKM—yang mencakup lebih dari 97 persen struktur… Read More

2 hours ago

Bank DBS Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Kredivo Indonesia

Pendanaan ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis jangka panjang antara kedua pihak yang terjalin sejak… Read More

2 hours ago

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS

Produk ini memiliki dua plan untuk melayani kebutuhan yang berbeda yaitu Plan Protection yang mengedepankan… Read More

2 hours ago

Maybank Group Bidik ROE hingga 14 Persen di 2030, Begini Strateginya

Poin Penting Maybank luncurkan strategi ROAR30 hingga 2030 untuk memperkuat daya saing dan kinerja keuangan… Read More

3 hours ago