Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Senin, 27 Oktober 2025, ditutup dengan bertahan di zona merah ke level 8.117,15, melemah 1,87 persen dari posisi sebelumnya di 8.271,72.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 488 saham terkoreksi, 215 saham menguat, dan 107 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 39,13 miliar saham diperdagangkan dengan 2,87 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp28,99 triliun.
Tidak hanya itu, mayoritas indeks dalam negeri bergerak negatif, dengan IDX30 turun 0,20 persen menjadi 433,45, LQ45 merosot 0,43 persen ke 824,53, dan JII melemah 1,05 persen menjadi 567,78. Sedangkan, Sri-Kehati menguat 0,45 persen menjadi 381,22.
Baca juga: Gara-gara Ini, IHSG Sesi I Ditutup Anjlok Hampir 3 Persen
Hampir seluruh sektor mencatat penurunan. Sektor energi turun paling dalam sebesar 3,71 persen, diikuti properti (3,48 persen), dan industrial (3,46 persen). Sektor barang siklikal turun 2,04 persen, infrastruktur dan teknologi masing-masing melemah 1,80 persen.
Kemudian, keuangan turun 1,68 persen, transportasi melemah 1,66 persen, bahan baku terkoreksi 1,31 persen, dan non-siklikal susut 0,53 persen.
Hanya sektor kesehatan yang mencatat kenaikan sebesar 1,05 persen, ditopang oleh penguatan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang naik 4,08 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA).
Baca juga: IHSG Sepekan Melesat 4,50 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp15.234 Triliun
Sedangkan saham top losers adalah PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More