Market Update

IHSG Ditutup Menguat Hampir 2 Persen ke 7.184, Mayoritas Sektor Saham Kompak Hijau

Poin Penting

  • IHSG menguat signifikan dengan kenaikan 1,93 persen ke level 7.184 pada 1 April 2026 dan nilai transaksi mencapai Rp16,42 triliun
  • Mayoritas sektor dan indeks mengalami penguatan, dipimpin sektor industrial, siklikal, dan bahan baku
  • Sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang melemah, dipicu penurunan saham HEAL sebesar 6,08 persen.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 1 April 2026, ditutup di zona hijau ke posisi 7.184,43 atau menguat sebanyak 1,93 persen dari level 7.048,22.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 475 saham terkoreksi, 209 saham menguat, dan 135 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 31,49 miliar saham diperdagangkan dengan 2,01 juta kali frekuensi perpindahan tangan. Total nilai transaksi Rp16,42 triliun.

Baca juga: IHSG Sesi I Masih Mampu Ditutup Menguat ke Level 7.150

Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri juga ditutup menguat, dengan IDX30 naik 1,21 persen jadi 393,27, Sri-Kehati meningkat 0,65 persen ke 345,71, LQ45 menguat 1,53 persen ke 726,79, dan JII naik 2,28 persen menjadi 489,35.

Kemudian, hampir seluruh sektor ikut ditutup hijau, dengan sektor industrial naik 6,11 persen, sektor siklikal menguat 5,22 persen, sektor bahan baku meningkat 3,55 persen, sektor infrastruktur naik 3,01 persen, dan sektor energi menguat 2,11 persen.

Sementara, sektor transportasi meningkat 1,79 persen, sektor teknologi naik 1,46 persen, sektor properti menguat 1,25 persen, sektor non-siklikal meningkat 1,15 persen, dan sektor keuangan naik 0,17 persen.

Baca juga: IHSG Ngegas, Dibuka Naik 1,43 Persen ke Posisi 7.149

Sedangkan, hanya sektor kesehatan yang mengalami pelemahan sebesar 0,20 persen, dengan harga saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) turun 6,08 persen.

Top Gainers dan Saham Teraktif

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT GTS Indonesia Tbk (GTSI), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Sedangkan saham top losers adalah PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Bank Mega Tbk (MEGA).

Adapun saham paling aktif diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Bank Sinarmas Ajak Nasabah Menabung Sekaligus Donasi Sosial lewat Tabungan Simas Share

Poin Penting Bank Sinarmas meluncurkan Simas Share dengan konsep menabung sekaligus berdonasi dari bunga tabungan… Read More

38 mins ago

BTN Kuasai 72 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi, Penyaluran Tembus Rp3,65 T

Poin Penting BTN mendominasi pasar KPR subsidi dengan pangsa 72 persen hingga Maret 2026, jauh… Read More

49 mins ago

Prabowo Gaspol Perkuat Kerja Sama dengan Korea Selatan, Ini Sasarannya

Poin Penting Prabowo Subianto bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk mempererat hubungan bilateral… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Hadirkan Livin’ Call Bebas Pulsa lewat Livin’ by Mandiri

Poin Penting Bank Mandiri menghadirkan fitur call center gratis di Livin’ by Mandiri yang bisa… Read More

2 hours ago

Kementerian ATR Ajukan Tambahan Anggaran Rp672 Miliar ke Purbaya

Poin Penting Menteri ATR mengusulkan tambahan anggaran Rp672 miliar untuk mendukung program 3 juta rumah.… Read More

2 hours ago

Bank QNB Indonesia Bukukan Laba Rp50,8 Miliar pada 2025

Poin Penting Laba Bank QNB Indonesia sebelum pajak Rp50,8 miliar ditopang pertumbuhan kredit 18 persen… Read More

3 hours ago