Market Update

IHSG Ditutup Menguat di Level 8.936, HILL hingga APLN Jadi Top Gainers

Poin Penting

  • IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,13 persen ke level 8.936,75, dengan transaksi mencapai Rp27,45 triliun dan volume perdagangan 57,02 miliar saham
  • Pergerakan indeks dan sektor bervariasi, di mana IDX30, Sri-Kehati, dan JII melemah, sementara LQ45 menguat tipis; sektor siklikal, properti, dan bahan baku menjadi penopang utama
  • HILL, APLN, dan INDY menjadi top gainers, sementara BSIM, MBSS, dan IMPC masuk jajaran top losers.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 9 Januari 2026 ditutup hijau ke level 8.936,75 atau meningkat 0,13 persen dari posisi 8.925,47.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 318 saham terkoreksi, 359 saham menguat, dan 137 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 57,02 miliar saham diperdagangkan dengan 3,46 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp27,45 triliun.

Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?

Meski demikian, mayoritas indeks dalam negeri ditutup merah. Ini terlihat dari IDX30 yang terkoreksi 0,22 persen menjadi 439,50, Sri-Kehati -0,35 persen menjadi 382,33, dan JII -0,06 persen menjadi 598,59. Sedangkan, LQ45 meningkat 0,05 persen ke 868,02.

Selanjutnya, mayoritas terpantau menguat. Rinciannya, sektor siklikal meningkat 3,30 persen, sektor properti naik 2,39 persen, sektor bahan baku menguat 2,38 persen, dan sektor kesehatan meningkat 1,31 persen.

Lalu, sektor energi naik 0,99 persen, sektor transportasi menguat 0,67 persen, sektor non-siklikal meningkat 0,29 persen, dan sektor industrial naik 0,12 persen.

Sedangkan, sektor sisanya melemah, tercermin oleh sektor infrastruktur anjlok 1,08 persen, sektor keuangan -1,07 persen, dan sektor teknologi -0,43 persen.

Baca juga: OJK: Penyesuaian Batas Free Float Saham Mulai Diberlakukan Secara Bertahap Tahun Ini

Saham Top Gainers dan Top Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Hillcon Tbk (HILL), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Sedangkan saham top losers adalah PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Sentul City Tbk (BKSL). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

1 hour ago

Total Klaim Asuransi Umum Naik 4,1 Persen Jadi Rp48,96 Miliar di 2025

Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More

2 hours ago

Indonesia Diminta jadi Wakil Komandan Misi Gaza, Ini Pernyataan Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

5 hours ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

5 hours ago

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More

5 hours ago