Analisis

IHSG Ditutup Menguat 1 Persen Lebih pada Posisi 8.748

Poin Penting

  • IHSG perdagangan perdana 2026 ditutup menguat 1,17% ke level 8.748,13 dengan nilai transaksi Rp22,26 triliun.
  • Mayoritas saham dan sektor menguat, dipimpin sektor transportasi yang melonjak 6,56%.
  • Saham teraktif diperdagangkan antara lain BUMI, DEWA, dan BKSL, sementara VICI, TMAS, dan ELPI menjadi top gainers.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis, 2 Januari 2026, yang sekaligus menjadi hari perdagangan perdana tahun ini, ditutup melesat ke level 8.748,13 atau menguat 1,17 persen dibandingkan posisi sebelumnya di 8.646,93.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 200 saham terkoreksi, 479 saham menguat, dan 131 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 51,14 miliar saham diperdagangkan dengan 3,12 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp22,26 triliun.

Baca juga: Purbaya: Akhir 2026 IHSG Berpotensi Tembus 10.000, Ini Kalkulasinya

Lebih lanjut, mayoritas indeks dalam negeri juga bergerak hijau, terlihat dari LQ45 yang naik 0,64 persen ke 852,00, JII meningkat 1,22 persen menjadi 585,53, dan IDX30 menguat 0,37 persen menjadi 438,85. Sedangkan, Sri-Kehati turun 0,12 persen menjadi 382,42.

Lalu, mayoritas sektor juga terpantau hijau, dengan sektor transportasi menguat paling tinggi 6,56 persen, sektor teknologi naik 4,47 persen, sektor siklikal meningkat 3,47 persen, sektor energi menguat 3,33 persen, sektor bahan baku naik 2,73 persen.

Serta, sektor industrial meningkat 2,17 persen, sektor properti menguat 0,74 persen, sektor non-siklikal naik 0,69 persen, dan sektor infrastruktur meningkat 0,44 persen.

Sedangkan, sektor sisanya melemah, tecermin dari sektor keuangan yang merosot 0,87 persen dan sektor kesehatan turun 0,58 persen.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Menguat ke Posisi 8.724

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), PT Temas Tbk (TMAS), dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI). Sedangkan saham top losers adalah PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Sentul City Tbk (BKSL). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

LPS Klaim Suku Bunga Simpanan Bank dalam Tren Menurun

Poin Penting Suku bunga simpanan bank turun, SBP rupiah menjadi 3,14% dan SBP valas 2,79%… Read More

30 mins ago

Kemenkeu Gelontorkan Rp3.842,7 Triliun untuk Belanja 2026, Utamakan Sektor Ini

Poin Penting Belanja APBN 2026 Rp3.842,7 triliun, difokuskan ke sektor prioritas seperti pangan, energi, MBG,… Read More

51 mins ago

Kemenkeu PD Ekonomi RI Tumbuh 5,4 Persen Lebih di 2025 dan 2026, Ini Sebabnya

Poin Penting Kemenkeu optimistis ekonomi RI tumbuh di atas 5% pada 2025-2026, dengan proyeksi APBN… Read More

1 hour ago

Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, CFO Jalankan Peran Strategis sebagai Navigator Perusahaan

Poin Penting Peran CFO semakin strategis sebagai navigator perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, risiko global,… Read More

2 hours ago

APBN 2025 Defisit 2,92 Persen, Wamenkeu Bilang Begini

Poin Penting APBN 2025 mencatat defisit 2,92 persen PDB, tetap dijaga di bawah batas 3… Read More

2 hours ago

Hingga 2025, LPS Likuidasi 147 Bank dan Percepat Pembayaran Klaim Nasabah

Poin Penting LPS telah melikuidasi 147 bank sejak berdiri hingga 2025, terdiri dari bank umum,… Read More

3 hours ago