Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini (27/6) berhasil ditutup melanjutkan penguatannya pada zona hijau ke level 6.967,95 atau menguat 0,90 persen dari dibuka pada level 6.905,91.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 239 saham terkoreksi, 306 saham menguat, dan 239 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 24,33 miliar saham diperdagangkan dengan 677 ribu kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp15,11 triliun.
Kemudian, seluruh indeks juga mengalami penguatan, dengan IDX30 naik sebesar 1,44 persen menjadi 434,87, LQ45 mengalami penguatan 1,29 persen menjadi 874,39, SRI-KEHATI naik 1,79 persen menjadi 386,24, dan JII meningkat 0,22 persen menjadi 496,70.
Baca juga: Solvabilitas dan Profitabilitas Solid, Saham TUGU Jadi Buruan Investor
Sementara itu, mayoritas sektor turut mengalami penguatan, dengan sektor keuangan menguat 1,14 persen, sektor siklikal menguat 1,06 persen, sektor teknologi menguat 0,92 persen, sektor kesehatan menguat 0,88 persen, dan sektor infrastruktur menguat 0,58 persen.
Selanjutnya, sektor energi menguat 0,39 persen, sektor non-siklikal menguat 0,38 persen, sektor bahan baku menguat 0,29 persen, dan sektor properti menguat 0,06 persen.
Sedangkan, sisanya mengalami pelemahan, dengan sektor industrial melemah 0,06 persen dan sektor transportasi menguat 0,02 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), dan PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS).
Baca juga: IFG Life Resmi Akuisisi 80 Persen Saham Mandiri Inhealth
Sedangkan saham top losers adalah PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT), dan PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More