Market Update

IHSG Ditutup Menguat 0,64 Persen, Nilai Transaksi Capai Rp10,24 T

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini kembali ditutup pada zona hijau pada level 6980,32 atau menguat 0,64 persen dari dibuka pada level 6936,36 pada pembukaan perdagangan hari ini (19/9). 

Berdasarkan statistik RTI Business, dalam IHSG hari ini tercatat sebanyak 243 saham terkoreksi, 278 saham menguat, dan 231 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 16,50 miliar saham diperdagangkan dengan 1,12 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp10,24 triliun. 

Baca juga: MAMI Sebut Pasar Saham Masih Atraktif, Ini Buktinya

Kemudian, seluruh indeks kompak mengalami penguatan, seperti IDX30 menguat 0,93 persen menjadi 499,54, LQ45 menguat 0,96 persen menjadi 965,04, JII menguat 1,15 persen menjadi 571,78, dan SRI-KEHATI menguat 0,96 persen menjadi 440,00.

Lalu, hanya sebagian kecil sektor yang mengalami pelemahan, yaitu sektor siklikal melemah 1,32 persen,
sektor kesehatan melemah 0,68 persen, sektor properti melemah 0,42 persen, dan sektor teknologi melemah 0,14 persen.

Sementara itu, sektor lainnya mengalami penguatan, di antaranya adalah sektor bahan baku menguat 2,18 persen, sektor transportasi menguat 1,02 persen, dan sektor keuangan menguat 0,86 persen.

Ada juga sektor energi menguat 0,67 persen, sektor industrial menguat 0,37 persen, sektor infrastruktur menguat 0,18 persen, dan sektor non-siklikal menguat 0,10 persen.

Baca juga: Kinerja Emiten dari 3 Sektor Ini Paling Moncer di Semester I 2023

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA), PT Kota Satu Properti Tbk (SATU), dan PT Golden Flower Tbk (POLU).

Sedangkan saham top losers adalah PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

33 mins ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

57 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

59 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

2 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

2 hours ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago