Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini kembali ditutup pada zona hijau pada level 6.931 atau menguat 0,14 persen dari dibuka pada level 6.922 pada pembukaan perdagangan hari ini (11/10).
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat seluruh indeks malah mengalami pelemahan, seperti IDX30 melemah sebesar 0,20 persen menjadi 488,07, LQ45 melemah 0,18 persen menjadi 944,69, Sri-Kehati melemah 0,04 persen menjadi 437,34, dan JII melemah 0,57 persen menjadi 551,50.
Kemudian, sebanyak 238 saham terkoreksi, 274 saham menguat, dan 241 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 21,47 miliar saham diperdagangkan dengan 1,28 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp10,39 triliun.
Lalu, hanya sebagian kecil sektor yang mengalami penguatan, yaitu sektor infrastruktur menguat 3,50 persen, sektor properti menguat 1,08 persen, dan sektor siklikal menguat 0,61 persen.
Sementara itu, sektor lainnya mengalami pelemahan, diantaranya adalah sektor teknologi melemah 1,47 persen, sektor kesehatan melemah 0,79 persen, sektor non-siklikal menguat 0,57persen.
Serta, sektor transportasi melemah 0,52 persen, sektor energi melemah 0,48 persen, sektor industrial melemah 0,25 persen, sektor keuangan melemah 0,05 persen, dan sektor bahan baku melemah 0,03 persen.
Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Lovinan Beach Brewery Tbk (STRK), PT Natura City Developments Tbk (CITY), dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL). Sedangkan saham top losers adalah PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), PT Logisticsplus International Tbk (LOPI), dan PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA), PT Koka Indonesia Tbk (KOKA), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More