Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, 7 Mei 2025 ditutup bertahan pada zona hijau ke posisi 6.926,22 dari dibuka pada level 6.898,19 atau menguat sebesar 0,41 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business mencatat sebanyak 271 saham terkoreksi, 314 saham menguat, dan 214 tetap tidak berubah. Sebanyak 24,44 miliar saham diperdagangkan dengan 1,47 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp15,64 triliun.
Lebih lanjut, mayoritas indeks dalam negeri juga bergerak meningkat, dengan IDX30 menguat 0,40 persen menjadi 402,73, LQ45 naik 0,30 persen menjadi 777,05, dan JII menguat 0,25 persen menjadi 470,89. Sedangkan, Sri-Kehati turun 0,10 persen menjadi 357,37.
Baca juga: Kinerja Tumbuh Solid, Saham BRIS Naik 28,21 Persen
Kemudian, sebagian besar sektor mengalami penguatan. Ini tercermin dari sektor bahan baku meningkat 2,18 persen, sektor teknologi naik 1,16 persen, sektor energi menguat 0,98 persen, dan sektor siklikal meningkat 0,87 persen.
Selanjutnya, sektor properti naik 0,80 persen, sektor kesehatan menguat 0,22 persen, sektor keuangan meningkat 0,18 persen, dan sektor non-siklikal naik 0,11 persen.
Sedangkan, sektor sisanya mengalami pelemahan, dengan sektor industrial turun 0,68 persen, sektor infrastruktur merosot 0,66 persen, dan sektor transportasi melemah 0,35 persen.
Baca juga: Dana Asing Kabur Rp141,15 Miliar, Ini 5 Saham yang Paling Banyak Dijual
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Modernland Realty Ltd. Tbk (MDLN), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID).
Sedangkan saham top losers adalah PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BRI salurkan KUR Rp178,08 triliun pada 2025 kepada 3,8 juta debitur, dengan 64,49… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM laporan Global… Read More
Poin Penting HRTA meluncurkan aplikasi HRTA Gold sebagai platform jual beli emas dan perhiasan fisik… Read More
Poin Penting Kredit tumbuh 15,9 persen yoy menjadi Rp899,53 triliun, DPK naik 29,2 persen menjadi… Read More
Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More
Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More