Market Update

IHSG Ditutup Menghijau ke Level 6.617, Nilai Transaksi Tembus Rp12 Triliun

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, 6 Maret 2025, bertahan ditutup pada zona hijau ke posisi 6.617,84 dari posisi pembukaan di level 6.531,39 atau menguat hingga 1,32 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 184 saham terkoreksi, 410 saham menguat, dan 201 tetap tidak berubah.

Sebanyak 15,85 miliar saham diperdagangkan dengan 1,06 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp12,30 triliun.

Baca juga: IHSG Sesi I Lanjut Menguat 1,64 Persen, 415 Saham Hijau

Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri bergerak naik, dengan IDX30 menguat 0,60 persen menjadi 391,42, Sri-Kehati meningkat 0,96 persen menjadi 345,25, LQ45 naik 0,83 persen menjadi 753,49, dan JII menguat 0,87 persen menjadi 430,89. 

Lalu mayoritas sektor juga bergerak menguat tercermin dari sektor teknologi naik paling tinggi 5,47 persen, sektor energi menguat 2,68 persen, sektor kesehatan meningkat 2,34 persen, sektor bahan baku naik 2,23 persen, sektor siklikal meningkat 1,99 persen.

Selanjutnya sektor properti menguat 1,87 persen, sektor industrial meningkat 1,74 persen, sektor transportasi naik 0,92 persen, dan sektor keuangan menguat 0,71 persen.

Baca juga: IHSG Kembali Dibuka di Zona Hijau ke Level 6.584

Sementara itu, dua sektor lainnya mengalami pelemahan, yakni sektor non-siklikal merosot 0,52 persen dan sektor infrastruktur melemah 0,04 persen.

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC), dan PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII). Sedangkan saham top losers adalah PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), dan PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI). 

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Sentul City Tbk (BKSL). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

34 mins ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

58 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

60 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

2 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

2 hours ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago