ihsg masuk fase jenuh beli
Jakarta – Meski diliputi kekhawatiran dengan adanya pemberlakuan tarif dagang antara AS dan Tiongkok yang dapat memicu terjadinya perang dagang namun, laju bursa saham Asia masih mampu bergerak positif termasuk pasar saham Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin, 9 Juli 2018 berhasil ditutup menguat 112.46 poin atau melonjak 1.97% ke level 5.807,37. IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 5.176,39 dan posisi tertinggi di level 5.815,44.
Hal itu didorong oleh aksi beli investor diberbagai sektor saham. Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali masuk. Alhasil seluruh sektoral saham di lantai bursa kompak menguat.
Hari ini transaksi investor tercatat senilai Rp7.32 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai sebanyak 361,472 kali transaksi, dan volume 9.57 miliar lembar saham. Sebanyak 281 saham menguat, 114 melemah dan 108 saham tak bergerak.
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, BPTR naik Rp70 atau 70% ke Rp170, RISE naik Rp113 atau 69.33% ke posisi Rp276, FINN naik Rp26 atau 34.67% ke Rp101, SIMA naik Rp38 atau 34.55% ke Rp148, dan ERTX naik Rp28 atau 34.15% ke Rp110.
Sedangkan saham-saham yang masuk top losers yakni, CSIS turun Rp245 atau 25% ke Rp735, TRUK Rp200 atau 24.69% ke Rp610, DEFI turun Rp325 atau 21.17% ke Rp1.210, TIRA turun Rp16 atau 12.4% ke Rp113 dan INCF turun Rp20 atau 11.43% ke Rp155. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More