IHSG Ditutup Melesat ke 8.859, Seluruh Sektor Menguat Kecuali Teknologi

Poin Penting

  • IHSG ditutup menguat 1,27% ke level 8.859, dengan nilai transaksi Rp30,32 triliun.
  • Mayoritas saham dan seluruh indeks utama menguat, dipimpin sektor bahan baku dan energi.
  • Sektor teknologi melemah tipis, sementara BUMI, DEWA, dan PNLF paling aktif diperdagangkan.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026, ditutup melesat ke level 8.859,19 atau menguat 1,27 persen dari posisi sebelumnya di 8.748,13. 

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 246 saham terkoreksi, 446 saham menguat, dan 114 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 70,25 miliar saham diperdagangkan dengan 4,01 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp30,32 triliun.

Baca juga: Tancap Gas! IHSG Cetak Rekor Tertinggi Lagi ke Level 8.804

Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak hijau, terlihat dari LQ45 yang naik 0,91 persen ke 859,77, JII meningkat 1,92 persen menjadi 596,78, IDX30 menguat 0,81 persen menjadi 442,40, dan Sri-Kehati naik 0,46 persen menjadi 384,17.

Lalu, hampir seluruh sektor juga terpantau naik, dengan sektor bahan baku menguat 2,62 persen, sektor energi meningkat 2,31 persen, sektor transportasi naik 2,02 persen, sektor siklikal menguat 1,66 persen, dan sektor kesehatan meningkat 1,62 persen.

Selain itu, sektor industrial naik 1,61 persen, sektor keuangan yang menguat 1,42 persen, sektor infrastruktur meningkat 0,96 persen, sektor non-siklikal naik 0,82 persen, dan sektor properti menguat 0,41 persen.

Baca juga: Ini Tanggapan Pengamat soal Target IHSG 10.000

Sementara itu, hanya sektor teknologi yang tercatat melemah 0,07 persen, seiring penurunan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar 1,45 persen.

Saham Top Gainers dan Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT GTS Internasional Tbk (GTSI), PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), dan PT Panin Financial Tbk (PNLF).

Sedangkan saham top losers adalah PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ), PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).

Baca juga: Awal Pekan 2026, IHSG Dibuka Hijau pada Posisi 8.776

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Panin Financial Tbk (PNLF). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kepala BGN Beberkan 93 Persen Anggaran Rp268 T ke MBG, Ini Rinciannya

Poin Penting Sebanyak 93 persen anggaran BGN Rp268 triliun dialokasikan langsung untuk Program MBG. Porsi… Read More

2 hours ago

Bos Maybank Pilih Realistis, Target KBMI 4 Belum Jadi Prioritas

Poin Penting Maybank Indonesia memilih bersikap realistis di tengah sinyal OJK terkait peluang kenaikan bank… Read More

2 hours ago

Maybank Terapkan Strategi “Dua Kaki” Garap Pembiayaan Otomotif

Poin Penting Maybank Indonesia menerapkan strategi “dua kaki” dengan membagi pembiayaan otomotif ke dua entitas,… Read More

2 hours ago

Komisi XII Dorong Mitigasi Berlapis Hadapi Ancaman Krisis Energi Global

Poin Penting DPR mendorong mitigasi berlapis untuk menghadapi risiko krisis energi akibat konflik Timur Tengah.… Read More

3 hours ago

Bank Neo Commerce Cetak Laba Rp565,69 Miliar di 2025, Terbang 2.745 Persen

Poin Penting Bank Neo Commerce (BNC) mencatat laba bersih Rp565,69 miliar pada 2025, melonjak 2.745… Read More

3 hours ago

Inflasi Maret 2026 Diperkirakan Melandai di Level 0,62 Persen

Poin Penting Inflasi Maret 2026 diperkirakan melandai ke 0,62 persen (mom), turun dari 0,68 persen… Read More

3 hours ago