Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 23 Januari 2026 ditutup melemah 0,46 persen ke posisi 8.951,01.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 495 saham terkoreksi, 191 saham menguat, dan 118 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 64,15 miliar saham diperdagangkan dengan 3,31 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp32,04 triliun.
Meski demikian, mayoritas indeks dalam negeri masih tercatat menguat dengan IDX30 naik 0,15 persen menjadi 448,96. Kemudian, indeks JII terpantau meningkat 0,01 persen menjadi 607,19, dan Sri-Kehati menguat 0,51 persen menjadi 388,29. Sedangkan, LQ45 turun 0,17 persen ke 873,59.
Baca juga: IHSG Diyakini Mampu Tembus 10.000, Cermati Deretan Saham Berikut
Lalu, hampir seluruh sektor tercatat melemah. Ini tercemin dari sektor transportasi yang turun 2,29 persen, sektor siklikal -2,25 persen, sektor industrial -1,53 persen, sektor energi -0,96 persen, dan sektor properti -0,70 persen.
Selanjutnya, sektor teknologi melemah 0,60 persen, sektor keuangan -0,45 persen, sektor non-siklikal -0,19 persen, dan sektor bahan baku -0,10 persen.
Sedangkan sektor lainnya bergerak menguat, dengan sektor kesehatan meningkat 0,64 persen dan sektor infrastruktur naik 0,17 persen.
Baca juga: Dana Asing Kabur Rp964,14 Miliar, Saham BBCA, BMRI, dan BBNI Paling Banyak Diobral
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).
Sedangkan saham top losers adalah PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), dan PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Sentul City Tbk (BKSL). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK mencabut izin usaha PT Varia Intra Finance (VIF) melalui SK Anggota Dewan… Read More
Poin Penting Amartha buka peluang IPO di Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan… Read More
Poin Penting OJK menilai bank KBMI I (modal inti hingga Rp6 triliun) masih berpeluang memperkuat… Read More
Poin Penting Amartha menyalurkan pembiayaan Rp13,2 triliun pada 2025, tumbuh lebih dari 20% secara tahunan,… Read More
Poin Penting BNI–Siemens Indonesia menjalin kerja sama pembiayaan Rp300 miliar untuk proyek dan modal kerja… Read More
Poin Penting Tensi geopolitik mendorong aliran dana ke USD, membuat rupiah tetap rentan meski sempat… Read More