Market Update

IHSG Ditutup Melemah ke 9.010, UNTR dan ASII Pimpin Top Losers

Poin Penting

  • IHSG melemah 1,36 persen dan ditutup di level 9.010,33, tertekan sentimen global serta aksi pengurangan aset berisiko oleh investor.
  • Mayoritas sektor dan seluruh indeks domestik turun, dengan sektor industrial, properti, dan transportasi mencatat pelemahan terdalam.
  • UNTR, ASII, dan KEEN menjadi top losers, sementara aktivitas perdagangan didominasi saham BUMI, BKSL, dan BRMS.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, ditutup bertahan di zona merah ke posisi 9.010,33 atau melemah 1,36 persen dari posisi pembukaan di 9.134,70.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 546 saham terkoreksi, 179 saham menguat, dan 77 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 61,72 miliar saham diperdagangkan dengan 4,03 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp34,23 triliun.

Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menilai pelemahan IHSG dipicu oleh sikap investor global yang mulai mengurangi ekposur terhadap aset berisiko tinggi. 

Sentimen negatif tersebut berkaitan dengan ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa terkait isu Greenland, potensi penerapan tarif dagang, dan juga ketidakpastian arah suku bunga global.

“Keadaan pelemahan yang disebabkan oleh sentimen seperti ini biasa berlangsung untuk jangka pendek kecuali sentimen berlarut-larut,” kata Reydi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Baca juga: Breaking News! BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen pada Januari 2026

Ia menambahkan, aliran dana berpotensi bergeser ke sektor defensif seperti konsumer dan kesehatan, serta aset safe haven seperti emas yang harganya terus menguat, termasuk komoditas energi.

Seluruh Indeks dan Mayoritas Sektor Melemah

Pelemahan juga terjadi pada seluruh indeks dalam negeri. IDX30 turun 1,86 persen menjadi 445,65, JII merosot 1,69 persen menjadi 604,06, LQ45 melemah 1,47 persen ke 871,42, dan Sri-Kehati turun 2,83 persen menjadi 384,56.

Lalu, sebagian besar sektor terpantau melemah, dipimpin sektor industrial yang anjlok 6,33 persen. Sektor properti turun 3,44 persen, transportasi melemah 3,04 persen, teknologi turun 1,44 persen, dan sektor energi merosot 1,21 persen.

Sementara itu, sektor infrastruktur turun 1,07 persen, sektor keuangan melemah 1,05 persen, sektor kesehatan turun 0,39 persen, dan sektor siklikal terkoreksi tipis 0,02 persen.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Melemah 1 Persen Lebih ke Posisi 9.021

Adapun sektor yang masih mencatat penguatan yakni sektor non-siklikal naik 0,58 persen dan sektor bahan baku menguat 0,14 persen.

Saham Top Gainers dan Top Losers

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers antara lain PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), dan PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR).

Sebaliknya, saham top losers ditempati oleh PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN).

Adapun tiga saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Laba BCA Syariah Naik 15,36 Persen Jadi Rp212 Miliar pada 2025

Poin Penting BCA Syariah mencetak laba bersih Rp212 miliar pada 2025, naik dari Rp183,7 miliar… Read More

28 mins ago

Siasat Adira Finance Antisipasi Kenaikan NPF Pasca Lebaran

Poin Penting Adira Finance mengakui tren musiman pasca Ramadan dan Lebaran hampir selalu diikuti kenaikan… Read More

48 mins ago

Masuk Tahap Lelang, Danantara Tegaskan Tak Dominasi Pembiayaan Proyek WtE

Poin Penting Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL/WtE) ditargetkan mulai groundbreaking Maret 2026, dengan… Read More

4 hours ago

Adira Finance Siap Genjot Pembiayaan Multiguna di Momen Ramadan

Poin Penting Adira Finance melihat peluang kuat pembiayaan multiguna pada Februari–Maret 2026 seiring momentum Ramadan,… Read More

4 hours ago

HRTA Sebut Permintaan Emas Tetap Tinggi Meski Harga Bergejolak, Ini Alasannya

Poin Penting Permintaan emas tetap kuat meski harga bergejolak, didorong ketidakpastian geopolitik, risiko fiskal, dan… Read More

5 hours ago

Pandu Sjahrir: Danantara Setiap Hari Borong Saham, Fokus Emiten Fundamental Solid

Poin Penting BPI Danantara menyatakan siap berinvestasi di pasar saham Indonesia dan telah aktif membeli… Read More

5 hours ago