Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, ditutup bertahan di zona merah ke posisi 9.010,33 atau melemah 1,36 persen dari posisi pembukaan di 9.134,70.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 546 saham terkoreksi, 179 saham menguat, dan 77 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 61,72 miliar saham diperdagangkan dengan 4,03 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp34,23 triliun.
Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menilai pelemahan IHSG dipicu oleh sikap investor global yang mulai mengurangi ekposur terhadap aset berisiko tinggi.
Sentimen negatif tersebut berkaitan dengan ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa terkait isu Greenland, potensi penerapan tarif dagang, dan juga ketidakpastian arah suku bunga global.
“Keadaan pelemahan yang disebabkan oleh sentimen seperti ini biasa berlangsung untuk jangka pendek kecuali sentimen berlarut-larut,” kata Reydi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Baca juga: Breaking News! BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen pada Januari 2026
Ia menambahkan, aliran dana berpotensi bergeser ke sektor defensif seperti konsumer dan kesehatan, serta aset safe haven seperti emas yang harganya terus menguat, termasuk komoditas energi.
Pelemahan juga terjadi pada seluruh indeks dalam negeri. IDX30 turun 1,86 persen menjadi 445,65, JII merosot 1,69 persen menjadi 604,06, LQ45 melemah 1,47 persen ke 871,42, dan Sri-Kehati turun 2,83 persen menjadi 384,56.
Lalu, sebagian besar sektor terpantau melemah, dipimpin sektor industrial yang anjlok 6,33 persen. Sektor properti turun 3,44 persen, transportasi melemah 3,04 persen, teknologi turun 1,44 persen, dan sektor energi merosot 1,21 persen.
Sementara itu, sektor infrastruktur turun 1,07 persen, sektor keuangan melemah 1,05 persen, sektor kesehatan turun 0,39 persen, dan sektor siklikal terkoreksi tipis 0,02 persen.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Melemah 1 Persen Lebih ke Posisi 9.021
Adapun sektor yang masih mencatat penguatan yakni sektor non-siklikal naik 0,58 persen dan sektor bahan baku menguat 0,14 persen.
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers antara lain PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), dan PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR).
Sebaliknya, saham top losers ditempati oleh PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN).
Adapun tiga saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia 2026 melambat ke level 3,2 persen, lebih rendah… Read More
Poin Penting Artajasa–Ant International teken MoU untuk memperkuat integrasi pembayaran lintas negara, inovasi mobile berbasis… Read More
Poin Penting Kredit yang belum dicairkan mencapai Rp2.439,2 triliun atau 22,12 persen dari plafon kredit… Read More
Poin Penting Kredit perbankan 2025 tumbuh 9,69 persen (yoy), masih dalam kisaran target BI 8–11… Read More
Poin Penting Indonesia-India dorong ekosistem AI inklusif dan beretika melalui kerja sama strategis. AI diposisikan… Read More
Poin Penting PT Agincourt Resources, entitas usaha UNTR, termasuk dalam 28 perusahaan yang dicabut izin… Read More