Market Update

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting

  • IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan tarif impor panel surya Amerika Serikat terhadap Indonesia.
  • Mayoritas saham melemah, dengan 568 saham turun, serta seluruh sektor dan indeks utama di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona merah.
  • Nilai transaksi mencapai Rp28,14 triliun, dengan saham BUMI, BKSL, dan DEWA menjadi yang paling aktif diperdagangkan.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, kembali ditutup melemah 1,04 persen ke level 8.235,26 dari posisi sebelumnya 8.322,22.

Tekanan terhadap IHSG dipicu sentimen eksternal, terutama kebijakan tarif impor panel surya oleh Amerika Serikat (AS) yang berdampak pada Indonesia.

Manajemen Phintraco Sekuritas Indonesia menyebut pelemahan IHSG dipengaruhi rencana Departemen Perdagangan AS yang akan mengenakan tarif impor pada produk sel dan panel surya dari India, Indonesia, dan Laos.

“AS menetapkan tarif sebesar 125,87 persen untuk produk ini dari India, 104,38 persen untuk impor dari Indonesia dan 80,67 persen untuk impor dari Laos,” tulis Manajemen Phintraco dalam Market Update di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,81 Persen, 450 Saham Terkoreksi

Selain tarif umum, pemerintah AS juga menetapkan tarif khusus untuk perusahaan tertentu. PT Blue Sky Solar dikenakan tarif 143,3 persen, sedangkan PT REC Solar Energy sebesar 85,99 persen.

Mayoritas Saham dan Seluruh Sektor Ditutup Melemah

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 568 saham terkoreksi, 146 saham menguat, dan 105 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 56,52 miliar saham diperdagangkan dengan 3,14 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp28,14 triliun.

Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri ikut ditutup melemah dengan IDX30 turun 0,60 persen menjadi 443,43, LQ45 merosot 0,61 persen ke 837,89, Sri-Kehati melemah 0,48 persen menjadi 388,14, dan JII turun 1,11 persen menjadi 560,71.

Baca juga: OJK-Kemenkeu Kompak Tekan Bunga Kredit, Targetkan Lebih Rendah dari 8 Persen

Kemudian, seluruh sektor juga ditutup merah dengan sektor transportasi merosot 4,54 persen, sektor siklikal melemah 2,59 persen, sektor infrastruktur turun 2,41 persen, sektor energi merosot 2,13 persen, sektor properti melemah 2,10 persen, dan sektor kesehatan turun 2,06 persen.

Sektor lainnya, yakni sektor bahan baku merosot 1,73 persen, sektor teknologi melemah 1,46 persen, sektor non-siklikal turun 1,33 persen, sektor industrial merosot 1,26 persen, dan sektor keuangan melemah 0,52 persen. 

Saham Top Gainers, Losers, dan Teraktif

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO).

Sedangkan saham top losers adalah PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS).

Baca juga: IHSG Berpotensi Kembali Melemah di Rentang 8.200-8.250

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Askrindo dan Pemkab Bone Bersinergi Perkuat Pelindungan Risiko dari Aset hingga Usaha Mikro

Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More

51 seconds ago

Hadirkan Fasilitas Kesehatan Premium, BRI Life dan RS Awal Bros Jalin Kolaborasi Strategis

Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More

21 mins ago

Jamkrindo Bukukan Laba Bersih Rp1,05 Triliun pada 2025

Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More

56 mins ago

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Begini Respons OJK

Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More

1 hour ago

Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025, Target Double Digit di 2026

Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More

1 hour ago

Rupiah Dibuka Melemah, Pelaku Pasar Ragu Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More

2 hours ago