Market Update

IHSG Ditutup Lanjut Melemah ke Level 7.389, Turun 0,69 Persen

Poin Penting

  • IHSG ditutup melemah 0,69% ke level 7.389 pada perdagangan 11 Maret 2026.
  • Sebanyak 366 saham turun dengan nilai transaksi mencapai Rp15,71 triliun.
  • Sektor bahan baku dan energi menjadi penekan utama pergerakan IHSG.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026, ditutup kembali melemah ke level 7.389,39 atau turun 0,69 persen dari posisi sebelumnya di 7.440,91.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 366 saham terkoreksi, 312 saham menguat, dan 139 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 32,20 miliar saham diperdagangkan dengan 1,84 juta kali frekuensi perpindahan tangan. Adapun total nilai transaksi Rp15,71 triliun.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah Tipis ke 7.437, Mayoritas Sektor Masih Menguat

Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri ikut ditutup merosot dengan IDX30 turun 0,63 persen menjadi 398,78, LQ45 melemah 1,01 persen ke 752,25, Sri-Kehati merosot 0,47 persen menjadi 354,40, dan JII turun 0,96 persen menjadi 493,17.

Kemudian, mayoritas sektor turut ditutup melemah, dengan sektor bahan baku turun 2,03 persen, sektor energi merosot 2,01 persen, sektor industrial melemah 1,34 persen, sektor infrastruktur turun 0,96 persen, sektor siklikal merosot 0,56 persen, dan sektor transportasi melemah 0,35 persen.

Sedangkan sektor sisanya masih mampu menguat, dengan sektor teknologi naik 0,87 persen, sektor kesehatan meningkat 0,29 persen, sektor non-siklikal menguat 0,27 persen, sektor properti naik 0,17 persen, dan sektor keuangan meningkat 0,03 persen. 

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Baca juga: IHSG Ngegas Lagi, Dibuka Menguat ke Level 7.485

Sedangkan saham top losers adalah PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), PT Cahaya Aeor Services Tbk (CASS), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Dalam 5 Tahun, Setoran Zakat BSI Tembus Rp1,07 Triliun

Poin Penting Total zakat BSI mencapai Rp1,07 triliun dalam periode 2021 hingga 2025 dengan tren… Read More

5 hours ago

Bank Sinarmas Ajak Nasabah Menabung Sekaligus Donasi Sosial lewat Tabungan Simas Share

Poin Penting Bank Sinarmas meluncurkan Simas Share dengan konsep menabung sekaligus berdonasi dari bunga tabungan… Read More

7 hours ago

Tingkatkan Nilai Tambah, Alfamart Gandeng Layar Digi Hadirkan Bioskop Mini

Poin Penting Alfamart menghadirkan inovasi micro cinema pertama di gerai Gading Serpong bekerja sama dengan… Read More

7 hours ago

BTN Kuasai 72 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi, Penyaluran Tembus Rp3,65 T

Poin Penting BTN mendominasi pasar KPR subsidi dengan pangsa 72 persen hingga Maret 2026, jauh… Read More

7 hours ago

Prabowo Gaspol Perkuat Kerja Sama dengan Korea Selatan, Ini Sasarannya

Poin Penting Prabowo Subianto bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk mempererat hubungan bilateral… Read More

8 hours ago

Bank Mandiri Hadirkan Livin’ Call Bebas Pulsa lewat Livin’ by Mandiri

Poin Penting Bank Mandiri menghadirkan fitur call center gratis di Livin’ by Mandiri yang bisa… Read More

8 hours ago