Selama Yield Pemerintah Diatas 6,5%, Pasar Obligasi Masih Menarik
Jakart – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup turun 18,94 poin atau 0,33% ke level 5.693,39 pada perdagangan Selasa, 30 Mei 2017. Sementara Indeks LQ45 turun 4,31 atau 0,45% ke level 949,50.
Aksi ambil untung mewarnai laju indeks hari ini. Kondisi tersebut membuat posisi indeks yang sebelumnya menguat di sesi I menjadi turun di sesi II.
Perdagangan hari ini sendiri berjalan moderat dengan frekuensi 302.418 kali transaksi dan volume Rp9,3 miliar lembar saham senilai Rp5,4 triliun. Sebanyak 138 saham menguat, 174 saham turun, dan 123 saham stagnan.
Mayoritas sektoral saham dilantai bursa kompak melemah, dengan dipimpin sektor infrastruktur yang turun sebesar 0,98%.
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya, United Tractors (UNTR) yang naik Rp1.050 ke Rp27.075, Unggul Indah (UNIC) naik Rp525 ke Rp6.750, Graha Layar Prima (BLTZ) naik Rp300 ke Rp10.400 dan Mitra Adi Perkasa (MAPI) naik Rp275 ke Rp5.900.
Saham-saham yang turun signifikan dan masuk jajaran top losers di antaranya, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp1.325 ke Rp46.000, Bank Nusantara (BBNP) turun Rp460 ke Rp1.450, FKS Multi Agro (FISH) turun Rp300 ke Rp2.800 dan Supreme Cable (SCCO) turun Rp275 ke Rp8.650.
Bursa regional sendiri hari ini bergerak melemah, dimana Indeks Nikkei 225 turun 4,72 poin (0,02%) ke level 19.677,85 dan
Indeks Straits Times melemah 9,76 poin (0,30%) ke level 3.204,79. (*)
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More