Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, 7 Juli 2025 ditutup berbalik pada zona hijau ke posisi 6.900,93 dari dibuka pada level 6.865,19 atau meningkat 0,52 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business mencatat sebanyak 306 saham terkoreksi, 257 saham menguat, dan 226 tetap tidak berubah.
Sebanyak 14,82 miliar saham diperdagangkan dengan 885 ribu kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp7,50 triliun.
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri ikut menguat. Rinciannya, indeks IDX30 naik 0,67 persen menjadi 395,76, LQ45 meningkat 0,52 persen menjadi 767,50, Sri-Kehati menguat 0,02 persen menjadi 349,14, dan JII naik 0,55 persen menjadi 492,86.
Baca juga: Investor Simak! Dua Sentimen Berikut Bakal Pengaruhi Pasar Saham Pekan Ini
Selanjutnya, mayoritas sektor juga mengalami peningkatan. Ini tercermin dari sektor siklikal naik 0,93 persen, sektor energi menguat 0,67 persen, sektor teknologi meningkat 0,48 persen, dan sektor industrial naik 0,45 persen.
Kemudian, sektor keuangan menguat 0,44 persen, sektor infrastruktur meningkat 0,27 persen, sektor properti naik 0,26 persen, dan sektor non-siklikal menguat 0,25 persen.
Sementara itu, sektor sisanya mengalami pelemahan. Ini terlihat dari sektor kesehatan turun 0,66 persen, sektor transportasi merosot 0,33 persen, dan sektor bahan baku melemah 0,21 persen.
Baca juga: Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Pelemahan IHSG
Pada perdagangan hari ini, sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Victoria Investama Tbk (VICO), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Sedangkan saham top losers adalah PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL).
Sementara, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS), dan PT Sentul City Tbk (BKSL). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More